Uni Eropa akan Perketat Impor Plastik demi Bantu Industri Daur Ulang

Uni Eropa akan Perketat Impor Plastik demi Bantu Industri Daur Ulang

Uni Eropa akan memperketat impor plastik untuk mendukung industri daur ulang lokal yang tertekan oleh plastik murah impor dan biaya energi tinggi.

(Bisnis.Com) 24/12/25 07:51 83456

Bisnis.com, JAKARTA — Uni Eropa berencana memperketat aturan impor plastik sebagai upaya melindungi industri daur ulang domestik. Banjir plastik murah dari luar kawasan dan tingginya biaya energi memang tengah menekan industri pengolahan di kawasan tersebut.

Mengutip Reuters, Komisi Eropa pada Selasa (23/12/2025) menyatakan akan memperkenalkan regulasi yang lebih ketat terhadap impor plastik, khususnya plastik daur ulang, guna membantu pabrik-pabrik daur ulang di Eropa yang kesulitan bersaing dengan produk impor berharga rendah.

Menurut kelompok industri Plastics Recyclers Europe, industri daur ulang plastik di Eropa kehilangan kapasitas produksi lebih besar pada 2025 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Penutupan pabrik terjadi di sejumlah negara, termasuk Belanda, imbas dari impor plastik murah dan lonjakan biaya energi.

Salah satu kekhawatiran utama adalah maraknya praktik pelabelan keliru, di mana plastik virgin yang merupakan bahan baru berbasis fosil, diklaim sebagai plastik daur ulang. Kondisi ini membuat produk daur ulang lokal makin terdesak karena tidak mampu bersaing dari sisi harga.

Komisi Eropa menyatakan akan mengajukan perubahan hukum pada paruh pertama 2026 untuk mewajibkan dokumentasi yang lebih ketat atas impor plastik daur ulang. Selain itu, Uni Eropa juga akan menciptakan kode kepabeanan terpisah untuk plastik daur ulang dan plastik virgin guna mempermudah pelacakan impor.

"Sektor daur ulang menghadapi biaya energi yang tinggi, harga murah dan tak terprediksi dari plastik virgin karena fluktuasi harga minyak dan kompetisi dari plastik murah impor yang diklaim sebagai plastik daur ulang,” tulis Komisi Eropa dalam dokumen yang memaparkan rencana kebijakan tersebut.

Langkah lain yang disiapkan meliputi audit Uni Eropa terhadap fasilitas daur ulang, termasuk yang berada di luar Eropa, serta dukungan bagi laboratorium untuk melakukan pengujian atas keaslian plastik daur ulang dalam setiap pengiriman.

Brussels juga akan mempertimbangkan perlunya penerapan langkah-langkah perdagangan tambahan. Komisi Eropa menyebut satuan tugas pengawasan impor akan memantau arus masuk plastik sepanjang 2026.

Sebelumnya, Uni Eropa telah memberlakukan bea antidumping terhadap plastik Polyethylene Terephthalate (PET), yang merupakan bahan baku botol plastik, asal China. Langkah itu diambil untuk menanggapi praktik impor yang dinilai merugikan produsen Eropa karena memaksa mereka menjual produk di bawah biaya produksi.

Tekanan terhadap Komisi Eropa juga datang dari enam negara anggota, termasuk Prancis, Spanyol, dan Belanda, yang bulan lalu meminta tindak lanjut terhadap impor plastik daur ulang berkualitas rendah yang dijual dengan diskon besar.

Selain itu, Uni Eropa juga mengusulkan aturan yang lebih rinci mengenai bagaimana produk hasil daur ulang kimia dapat dihitung untuk memenuhi kewajiban penggunaan bahan daur ulang dalam produk tertentu.

#impor-plastik #industri-daur-ulang #uni-eropa #plastik-daur-ulang #regulasi-impor-plastik #biaya-energi-tinggi #pelabelan-keliru #plastik-virgin #perubahan-hukum #kode-kepabeanan #audit-fasilitas-daur

https://hijau.bisnis.com/read/20251224/653/1939283/uni-eropa-akan-perketat-impor-plastik-demi-bantu-industri-daur-ulang