Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.760, Greenback Tergelincir
Rupiah menguat 0,10% ke Rp16.760 per dolar AS, sementara dolar AS melemah 0,17%. Penguatan ini didorong oleh sentimen geopolitik dan data ekonomi AS.
(Bisnis.Com) 23/12/25 09:34 82119
Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (23/12/2025). Penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan sejalan dengan kinerja sejumlah mata uang lain di Asia yang turut menguat hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 0,10% ke level Rp16.760 per dolar AS hari ini. Bersamaan dengan itu, indeks yang mengukur dolar AS terkoreksi 0,17% ke level 98,11.
Selain rupiah, yen Jepang juga menguat 0,41%, dolar Hong Kong menguat 0,05%, dolar Singapura menguat 0,13%, dolar Taiwan menguat 0,15%, yuan China menguat 0,02%, ringgit Malaysia menguat 0,23%, dan baht Thailand menguat 0,13%.
Sebaliknya, rupee India terkoreksi 0,40%, peso Filipina melemah 0,04%, dan won Korea mengalami pelemahan sebesar 0,19%.
Sebelumnya, Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjabarkan sentimen global yang menyertai pergerakan nilai tukar rupiah. Pertama, kekhawatiran atas ketegangan geopolitik yang kembali meningkat di Timur Tengah mendorong harga minyak global.
"Ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah dapat mengganggu beberapa produksi minyak di wilayah tersebut," kata Ibrahim dalam risetnya, Senin (22/12/2025).
Sentimen lainnya, pasar menunggu sejumlah data ekonomi AS yang akan dirilis akhir tahun ini, antara lain angka pertumbuhan untuk kuartal ketiga, data pesanan barang tahan lama bulan Oktober serta data produksi industri periode Oktober dan November.
Sementara dari dalam negeri, pasar tengah mencermati proyeksi ekonomi nasional ke depan. Menurutnya, kondisi perekonomian Indonesia masih akan menghadapi tantangan besar, baik dari sisi global maupun domestik.
Namun, harapan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap ada meskipun dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan.
Lembaga internasional memproyeksi kondisi ekonomi global 2026 tidak akan lebih baik dibandingkan 2025. Menurut Ibrahim, pemerintah perlu mengantisipasi dampak dari perlambatan ekonomi mitra dagang utama Indonesia, meningkatnya ketidakpastian perdagangan internasional, serta dinamika geopolitik global.
Tantangan lainnya, daya tahan perekonomian nasional juga akan diuji dengan pelemahan daya beli kelas menengah, risiko inflasi pangan, serta penurunan investasi asing di luar sektor hilirisasi.
Dengan kondisi yang ada itu, Ibrahim menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan berada di kisaran 4,9–5,1%, sedangkan untuk mencapai pertumbuhan di atas 5% perlu dilakukan penguatan sektor manufaktur dan jasa, peningkatan efektivitas stimulus, serta perbaikan tata kelola fiskal.
Ibrahim memprediksi dengan sejumlah sentimen yang ada tersebut, rupiah pada perdagangan hari ini diprediksi bergerak fluktuatif di level Rp16.770–Rp16.810 dan cenderung ditutup melemah.
#rupiah-menguat #nilai-tukar-rupiah #dolar-as #perdagangan-hari-ini #mata-uang-asia #yen-jepang #dolar-hong-kong #dolar-singapura #yuan-china #ringgit-malaysia #baht-thailand #rupee-india #peso-filipin