Pemprov Sumbar Minta Dukungan DPR RI untuk Percepatan Pemulihan Bencana
Pemprov Sumbar minta dukungan DPR RI untuk percepatan pemulihan infrastruktur rusak akibat bencana alam, dengan kerugian lebih dari Rp1 triliun.
(Bisnis.Com) 11/12/25 19:54 69756
Bisnis.com, PADANG - Bencana alam yang melanda wilayah Sumatra Barat telah memberikan dampak memprihatinkan yang dirasakan bagi masyarakat, mulai dari korban jiwa hingga rusaknya sejumlah infrastruktur.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan dampak dari bencana alam ini juga turut melumpuhkan perekonomian di daerah. Makanya perlu adanya percepatan pemulihan, terutama soal infrastruktur dan penanganan keberlangsungan hidup masyarakat.
“Anggaran pemerintah daerah sangat sulit untuk digerakan melakukan pemulihan dampak bencana alam ini, karena kerugian dari bencana ini kami taksir lebih dari Rp1 triliun. Jadi kami berharap pemerintah pusat bisa membantu pemulihan ini,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (11/12/2025).
Dia menyampaikan dalam kondisi ini, pemerintah daerah menaruh harapan yang besar kepada DPR RI, agar bisa membantu daerah, supaya pemerintah pusat memberikan perhatian kepada kondisi dampak bencana alam ini.
“Butuh percepatan pemulihan infrastruktur vital daerah yang terdampak bencana alam, kami mencatat ada sejumlah infrastruktur yang benar-benar rusak parah, seperti jalan, jembatan dan saluran irigasi, prasarana air bersih, serta bendungan,” ujarnya.
Menurutnya berdasarkan hasil pendataan sementara bencana telah merusak 73 prasarana air bersih rusak, 23 saluran irigasi, 154 ruas jalan, dan 124 jembatan, serta 18 bendungan di 16 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumbar.
"Itu semua tentu perlu penanganan segera agar bisa kembali berfungsi seperti sedia kala, sementara kami di daerah memiliki keterbatasan anggaran. Oleh sebab itu, kami mohon dukungan dari Komisi V DPR RI," sebutnya.
Gubernur menyampaikan apabila persoalan tersebut tidak tertangani segera, maka dampaknya berpotensi akan meluas ke sektor sosial ekonomi dan pangan. Apalagi mendekati momentum Ramadan dan kemudian datang Idulfitri, kebutuhan pangan masyarakat meningkat, kondisi ini diprediksi akan berpengaruh terhadap ketersediaan dan harga pangan.
"Bencana ini telah melumpuhkan ekonomi masyarakat, banyak lahan pertanian masyarakat yang rusak. Sehingga perlu percepatan penanganan agar bisa kembali produktif dan tidak berdampak terhadap stok dan harga di pasaran," jelas dia.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae menyampaikan kunjungannya ini merupakan bentuk perhatian Komisi V terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana di Sumbar. Bahkan, sebelum rapat dilakukan bersama pemerintah daerah itu, rombongan Komisi V telah melakukan peninjauan ke lokasi yang mengalami kerusakan parah akibat bencana.
“Kami ingin memastikan apa saja persoalan di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang belum, dan apa yang harus diprioritaskan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti menegaskan pemerintah daerah perlu merampungkan pendataan dampak dan kerugian sembari terus melakukan penanganan tanggap darurat, agar tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bisa segera dilaksanakan.
"Untuk masuk ke tahap rehab rekon, kami tentu perlu data yang jelas, untuk dijadikan rujukan. Kami di Kementerian PU sudah melakukan itu, daerah tentu juga mesti punya, nanti data tersebut kita cocokkan," tegas dia.
#infrastruktur-rusak #pemulihan-bencana #dukungan-dpr-ri #sumatra-barat-bencana #dampak-bencana-alam #percepatan-pemulihan #infrastruktur-vital #kerugian-bencana #bantuan-pemerintah-pusat #komisi-v-dpr