Puncak Arus Nataru di Daop 3 Cirebon Diprediksi 4 Januari 2026, KAI Siagakan Armada Tambahan
Puncak arus Nataru di Daop 3 Cirebon diprediksi 4 Januari 2026, KAI siapkan 32 perjalanan tambahan dan 74.988 kursi untuk antisipasi lonjakan penumpang.
(Bisnis.Com) 09/12/25 15:36 66426
Bisnis.com, CIREBON - Puncak Angkutan Nataru di Daop 3 Cirebon diprediksi terjadi pada 4 Januari 2026 dengan volume sebesar 9.423 penumpang.
Lonjakan itu diperkirakan menjadi titik tersibuk selama periode libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, yang berlangsung selama 18 hari.
PT Kereta Api Indonesia Daop 3 Cirebon mengklaim seluruh kesiapan telah dirampungkan, mulai dari sarana, prasarana, hingga strategi pelayanan agar alur perjalanan publik tak tersendat selama gelombang perpindahan massa akhir tahun.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan penyelenggaraan angkutan tahun ini menuntut antisipasi lebih menyeluruh. Daop 3 menyediakan total 74.988 tempat duduk untuk Kereta Api Jarak Jauh yang melintas dan berangkat dari wilayah Cirebon.
"Dalam sehari tersedia 4.166 kursi dari berbagai relasi, mulai dari layanan Cirebon–Gambir hingga Semarang dan Jember. Pola perjalanan akhir tahun kini lebih dinamis, dengan pemesanan yang berlangsung lebih cepat dibanding tahun sebelumnya," kata Muhibuddin, Selasa (9/12/2025).
Ketersediaan kursi itu terbagi pada beberapa kereta: Gunungjati Cirebon–Gambir sebanyak 600 kursi, Cakrabuana Cirebon–Gambir 600 kursi, Ranggajati Cirebon–Surabaya Gubeng–Jember 538 kursi, KA Cirebon fakultatif 538 kursi, Kaligung relasi Cirebonprujakan–Semarang Poncol 630 kursi, serta Kaligung relasi Brebes–Semarang Poncol sebanyak 1.260 kursi.
Kereta komersial mengikuti rentang Tarif Batas Bawah hingga Tarif Batas Atas, sementara kereta bersubsidi tetap menggunakan tarif sesuai ketetapan pemerintah.
Muhibuddin mengatakan, minat masyarakat mulai terlihat sejak awal Desember. Hingga Kamis, 3 Desember 2025, sebanyak 23.870 tiket telah terjual atau 32 persen dari total seat yang tersedia.
Dia menyarankan calon penumpang tidak menunggu waktu terlalu dekat menjelang keberangkatan. Tiket sudah bisa dibeli sejak 3 November 2025 melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi, dan seluruh kanal pemesanan mitra. "
"Selain menghindari kehabisan kursi, pemesanan lebih awal meminimalkan risiko terlambat tiba di stasiun pada hari keberangkatan," kata Muhibbudin.
Untuk operasional harian selama masa posko, KAI Daop 3 Cirebon mengoperasikan 170 perjalanan kereta, termasuk 32 perjalanan tambahan Nataru. Penambahan itu dilakukan berdasarkan evaluasi kebutuhan mobilitas masyarakat di lintas utara Jawa yang kerap menjadi rute dengan tingkat kepadatan tertinggi.
Pada hari puncak, jumlah perjalanan diproyeksikan tetap stabil, namun volume penumpang akan meningkat signifikan.
Dari sisi armada, persiapan sarana dilakukan sejak jauh hari. Sebanyak 14 lokomotif disiagakan, terdiri dari 10 lokomotif seri CC 206 dan 4 CC 201. Selain itu, Daop 3 menyiapkan 72 unit kereta yang mencakup 27 kereta eksekutif, 1 kereta bisnis, 27 kereta ekonomi, 9 kereta makan, 7 kereta pembangkit, dan 1 kereta bagasi.
Kereta Ranggajati mendapatkan tambahan keunggulan berupa penggunaan rangkaian New Generation Stainless Steel, bagian dari strategi peningkatan standar kenyamanan.
Kesiapan prasarana juga masuk agenda krusial. Seluruh pekerjaan perawatan seperti penggantian rel, wesel, bantalan, hingga pemberlakuan pembatasan kecepatan di titik menurun elevasi dilakukan sebelum masa angkutan dimulai.
#nataru-daop-3 #puncak-arus-nataru #kereta-api-cirebon #tiket-kereta-nataru #armada-tambahan-kai #volume-penumpang-nataru #kereta-api-jarak-jauh #cirebon-gambir-kereta #cirebon-semarang-kereta #cirebon