China hingga Rusia Minat Garap Proyek KA Trans Railway di Luar Jawa

China hingga Rusia Minat Garap Proyek KA Trans Railway di Luar Jawa

China dan Rusia tertarik mengembangkan jaringan kereta api di luar Jawa, seperti Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, guna mendukung logistik dan menekan biaya transportasi.

(Bisnis.Com) 06/12/25 09:58 62971

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, China, Rusia, hingga Amerika Serikat (AS) melirik pengembangan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa.

Dari peluang kerja sama tersebut, Dudy menyebutkan, baru China dan Rusia yang telah menyatakan minatnya untuk terlibat dalam pengembangan proyek kereta api, sebagaimana permintaan Presiden Prabowo Subianto.

“Kemarin kita memang baru ketemu dengan Amerika, tapi mereka belum secara spesifik, tapi memang mereka tertarik pengembangan kereta api,” ujarnya dalam Media Briefing, Jumat (5/12/2025).

Pengembangan trans Sumatra, trans Kalimantan, dan trans Sulawesi yang sebelumnya Presiden Prabowo sebut sebagai trans railway tersebut, memang tengah menjadi salah satu fokus pemerintah.

Pengembangan kereta angkutan barang ini menjadi penting untuk menunjang logistik wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Terlebih, angkutan barang menjelaskan 40% dari total pendapatan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Khusus untuk Kalimantan, Dudy menjelaskan feasibility study (FS) pengembangan kereta di sekitaran Ibu Kota Nusantara masih dalam proses. Baik oleh Otoritas IKN, KAI, maupun pihak swasta.

Nantinya hasil FS yang dilakukan oleh Otorita IKN akan dicocokkan dengan FS KAI maupun pihak swasta, sebelum menentukan model pengembangan rel yang paling tepat dan menguntungkan secara ekonomis.

Harapannya, jaringan rel di luar Jawa itu dapat menekan biaya transportasi dan logistik di wilayah tersebut.

“Kami kembangkan trans railway [trans Sumatra, Kalimantan, Sulawesi] khususnya yang logistik. Karena kan di Kalimantan banyak wilayah-wilayah yang membutuhkan transportasi logistik sehingga diharapkan dapat menekan biaya transportasi yang di sana,” tambahnya.

Pulau Kalimantan memang masih nihil jalur kereta api. Namun, pemerintah melalui Peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian No. 16/2025 tentang Perubahan Daftar PSN, tercantum pembangunan Infrastruktur Kereta Api Logistik di Kalimantan Timur.

Meskipun demikian, indeks berita terkait proyek tersebut terakhir pada 2022 dan belum ada kabar terbarunya.

Kala itu, rencananya jalur kereta dikembangkan sebagai interkoneksi dengan sistem jaringan jalur wilayah nasional, Pulau Kalimantan, Provinsi Kalimantan Timur, dan antarwilayah dalam IKN.

Misalnya, jalur kereta api umum yang akan melayani perjalanan antarkota dan perkotaan. Jaringan jalur kereta api antarkota akan menghubungkan Banjarmasin - Pantai Lango - Karang Joang - Sp Samboja - Samarinda.

Dalam pengembangannya, OIKN sempat melakukan uji coba Autonomous Rail Transit (ART) atau kereta tanpa rel pada Mei 2024, sebelum akhirnya kereta tersebut dikembalikan pada Mei 2025.

Presiden Prabowo telah menggemakan janjinya membangun jaringan kereta di luar Jawa. Pada saat yang sama, tercatat sejumlah jalur kereta api yang sudah dibangun, tetapi mati alias nonaktif.

Prabowo mengaku telah memberikan arahan kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait dengan rencana perluasan jalur kereta api tersebut agar dapat segera dilaksanakan.

“Rencanakan yang baik, Trans Sumatra Railway, Trans Kalimantan Railway, Trans Sulawesi Railway,” ujarnya dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta pada Selasa (4/11/2025).

#trans-railway #kereta-api-luar-jawa #pengembangan-kereta-api #proyek-kereta-api #trans-sumatra #trans-kalimantan #trans-sulawesi #kereta-api-logistik #jaringan-kereta-api #prabowo-subianto #kereta-api

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251206/98/1934680/china-hingga-rusia-minat-garap-proyek-ka-trans-railway-di-luar-jawa