DJPPR Bongkar Strategi Penerbitan Surat Utang di 2026

DJPPR Bongkar Strategi Penerbitan Surat Utang di 2026

DJPPR optimis terbitkan SBN Ritel 2026 dengan strategi serupa, didukung permintaan investor dan literasi keuangan meningkat.

(Bisnis.Com) 05/12/25 05:10 61561

Bisnis.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatatkan realisasi penerbitan SBN Ritel yang positif sepanjang 2025. Realisasi itu turut mendorong optimisme DJPPR dalam menerbitkan surat utang pada 2026.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto menerangkan bahwa sepanjang 2025, realisasi dari penerbitan SBN Ritel mencapai Rp153 triliun. Realisasi itu meningkat dibandingkan realisasi 2024 senilai Rp148 triliun.

Suminto menyebut bahwa peningkatan realisasi itu disebabkan lantaran permintaan investor ritel domestik yang kian solid. Hal itu tampak dari beberapa penerbitan SBN Ritel sepanjang 2025 yang dilakukan penambahan kuota karena permintaan yang kuat.

Sementara itu, Suminto turut memandang optimistis terhadap proyeksi penerbitan SBN Ritel pada 2026. Dia menegaskan, pihaknya bakal kembali menerbitkan sejumlah seri SBN Ritel yang telah diterbitkan pada tahun ini.

“Pada tahun 2026, sejalan dengan semakin meningkatnya literasi keuangan dan pendalaman pasar, kami perkirakan penerbitan SBN Ritel akan tetap dapat meningkat. Seri-seri SBN Ritel yang akan diterbitkan tetap sama dengan tahun ini, yaitu ORI, SBR, SR, ST, dan SWR,” katanya kepada Bisnis, Kamis (4/12/2025).

Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Deni Ridwan juga mengaku cukup optimis terhadap prospek pasar surat utang syariah pada periode 2026.

Hal itu sejalan dengan proyeksi pemerintah dalam APBN 2026 mengenai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. Menurutnya, hal itu menjadi modal yang kuat bagi pengembangan pasar keuangan syariah di Tanah Air.

“Pemerintah optimis kondisi ekonomi 2026 secara umum akan semakin membaik dan menjadi modal yang positif untuk pengembangan pasar keuangan syariah,” katanya kepada Bisnis, Kamis (4/12/2025).

Meskipun begitu, Deni menyebut bahwa DJPPR masih akan menerapkan strategi yang serupa pada tahun mendatang, yaitu dengan menerbitkan surat utang yang imbang antara SUN dan SBSN.

Pasalnya, dia menilai bahwa penerbitan SBSN masih menghadapi tantangan berupa literasi keuangan masyarakat terhadap instrumen investasi syariah. Menurutnya, tingkat literasi masyarakat terhadap instrumen investasi syariah masih lebih rendah ketimbang instrumen investasi konvensional seperti SUN.

“Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi kebijakan dengan semua pemangku kepentingan perlu untuk terus ditingkatkan dalam rangka untuk pendalaman dan inklusi pasar keuangan syariah, termasuk peningkatan literasi keuangan masyarakat,” katanya.

Di satu sisi, Portfolio Manager/Analyst Batavia Prosperindo Aset Manajemen Putri Nur Astiwi menilai bahwa prospek penerbitan SBN Ritel pada 2026 cenderung positif. Permintaan investor terhadap produk SBN Ritel dinilai relatif stabil, yang turut ditopang oleh aksi reinvestasi produk yang jatuh tempo pada tahun mendatang.

Menurutnya, baik pasar SUN maupun SBSN bakal memiliki segmentasinya sendiri. Bahkan, produk denganfloating with floorkendati dinilai cukup menarik bagi sebagian investor, tidak menihilkan daya tarik SBN Ritel dengan fiturfixed rate tradable.

“Namun,fixed rate tradabletetap punya peran untuk investor yang memburu potensi capital gain jikayieldturun saat pemangkasan suku bunga. Artinya, ini bukan soal menang atau kalah, melainkan preferensi segmentasi,” katanya.

Meskipun begitu, Putri menilai bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh DJPPR dalam penerbitan SBN Ritel pada 2026, seperti memberikan jeda pada setiap penerbitan dan memberikan penyesuaian dengan seri yang jatuh tempo saat itu.

Selain itu, Putri juga merekomendasikan DJPPR untuk tetap menjaga diversifikasi produk, seperti porsi serifloating with floor,fixed tradable, atau bahkan varian tematik sepertigreendengan imbal hasil yang menarik.

“Juga perluas kanal digital dan distribusi lainnya, serta penjelasan untuk setiap fitur [SBN Ritel] dan manfaatnya,” tegas Putri.

#surat-utang-2026 #penerbitan-sbn-ritel #djppr-strategi-2026 #sbn-ritel-2025 #investor-ritel-domestik #literasi-keuangan-2026 #pasar-keuangan-syariah #surat-utang-syariah #sun-dan-sbsn #investasi-syari

https://market.bisnis.com/read/20251205/92/1934351/djppr-bongkar-strategi-penerbitan-surat-utang-di-2026