Ekspor RI Oktober 2025 Turun, BBM dan Tembaga Jadi Biang Kerok

Ekspor RI Oktober 2025 Turun, BBM dan Tembaga Jadi Biang Kerok

Ekspor Indonesia Oktober 2025 turun 2,31% yoy, dipicu penurunan BBM dan tembaga. Ekspor migas turun 33,60%, nonmigas turun 0,51%. China jadi tujuan utama.

(Bisnis.Com) 01/12/25 16:20 56761

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2025 mencapai US$24,24 miliar, turun 2,31% dibanding periode sama tahun lalu. Penurunan terutama dipicu oleh melemahnya ekspor bahan bakar mineral (BBM) dan tembaga.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan BBM menjadi komoditas ekspor yang mengalami penurunan terbesar.

“Secara tahunan, komoditas ekspor yang mengalami penurunan terbesar itu yang pertama adalah bahan bakar mineral atau HS27, nilainya turun 19,04% dan volumenya turun 7,26%,” kata Pudji dalam Rilis BPS, Senin (1/12/2025).

Selain BBM, komoditas biji logam terak dan abu atau HS26 juga mengalami penurunan baik secara nilai maupun volume, masing-masing turun sebesar 97,85% dan 50,71%. Serta, tembaga dan barang daripadanya atau HS 74 yang nilainya turun 43,72% dan volumenya turun 14,65%.

Secara terperinci, penurunan ekspor pada Oktober 2025 terutama disebabkan ekspor migas yang turun 33,60% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$0,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$1,35 miliar.

Selain itu, ekspor nonmigas juga turun 0,51% yoy dari US$23,46 miliar pada Oktober 2024 menjadi US$23,34 miliar pada Oktober 2025. Utamanya, didorong oleh sektor pertambangan dan lainnya.

Adapun, nilai ekspor pertambangan dan lainnya turun 30,92% yoy dari US$3,97 miliar pada Oktober 2024 menjadi US$2,74 miliar pada Oktober 2025 dengan andil penurunan sebesar 4,95%.

Disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang turun 5,05% yoy dari US$0,66 miliar pada Oktober 2024 menjadi US$0,63 miliar pada Oktober di tahun ini.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan justru naik 6,06% yoy menjadi US19,97 miliar pada Oktober 2025 dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$18,83 miliar.

Meski Oktober menurun, ekspor kumulatif Januari–Oktober 2025 tetap tumbuh 6,96% menjadi US$234,04 miliar. BPS mencatat, China menjadi tujuan utama dengan US$52,45 miliar atau pangsa pasar 23,51%, disusul Amerika Serikat (AS) US$25,56 miliar dengan pangsa pasar 11,46%, dan India US$15,32 miliar atau dengan pangsa pasar 6,87%.

#ekspor-indonesia #ekspor-oktober-2025 #penurunan-ekspor #ekspor-bbm #ekspor-tembaga #ekspor-migas #ekspor-nonmigas #ekspor-pertambangan #ekspor-pertanian #ekspor-kehutanan #ekspor-perikanan #ekspor-in

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251201/12/1933191/ekspor-ri-oktober-2025-turun-bbm-dan-tembaga-jadi-biang-kerok