Pelaku UMKM Semarang Masuk Komite Lokal UNCTAD PBB
Syanas Nadya Winanto Putri dari Semarang terpilih sebagai Ketua Komite Lokal UNCTAD PBB 2025-2026, fokus memperkuat literasi digital UMKM perempuan Indonesia.
(Bisnis.Com) 30/11/25 09:14 55321
Bisnis.com, SEMARANG - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kota Semarang dipercaya untuk menduduki jabatan strategis dalam lembaga bentukan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Syanas Nadya Winanto Putri, pemilik jenama fesyen Roro Kenes, ditunjuk sebagai Local Chairman Committee United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) untuk Indonesia periode 2025-2026.
Syanas menjelaskan bahwa jabatan itu mengamanatkannya untuk ikut memperkuat literasi dan ekosistem perempuan bagi UMKM yang dipimpin oleh perempuan di Indonesia.
"Tugas kami bukan hanya mengembangkan literasi digital, tetapi juga memperkenalkan bahwa digital itu harus menjadi penguat fundamental usaha. Tanpa bertransformasi ke digital, kita akan tertinggal dalam perdagangan global," kata Syanas, Jumat (28/11/2025)
Keterlibatan Syanas di UNCTAD sudah dimulai sejak 2020 saat dirinya terpilih sebagai kohort Indonesia dalam program inkubasi digital UNCTAD.
Selain Syanas, ada empat perwakilan Indonesia yang juga terpilih untuk mengikuti program inkubasi yang dilaksanakan selama sebulan penuh.
"Program itu sangat memperkuat fundamental usaha kami, termasuk brand yang saya kelola. Materinya benar-benar membuka cara berpikir tentang bisnis digital global," tutur Syanas kepada wartawan di Kota Semarang.
Pada tahun ini, UNCTAD kembali diikuti oleh perwakilan dari pelaku UMKM Indonesia. Selain Syanas dengan Roro Kenes, ada Mayang Adelia Puspita dengan jenama Fragrande dan Rini Mayasari dengan Fellas.id yang mengikuti program Digital Master Class for Women di Manila, Filipina.
Program itu diikuti oleh 40 peserta dari 14 negara di kawasan Asean, Asia Pasifik, hingga Eropa. Semuanya adalah pengusaha perempuan.
Syanas menyebut, partisipasi pelaku UMKM lokal dalam acara itu telah membuka pengetahuan baru juga jejaring internasional.
Misalnya seperti peluang kerja sama dengan lokapasar asal Negeri Tirai Bambu, Alibaba, yang terbuka untuk pelaku UMKM termasuk dari Jawa Tengah.
Pelaku UMKM asal Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, diharapkan bisa ikut berpartisipasi dalam program-program yang dilaksanakan UNCTAD.
Syanas menyebut, program itu tidak hanya membuka potensi pasar baru bagi pelaku UMKM, tetapi juga ikut membekali peserta dengan pondasi bisnis yang kuat untuk bersaing di pasar global.
"Besok tanggal 8 juga akan ada jejaring baru dari Manila yang berkunjung ke Kota Semarang. Harapannya, bisa lahir program-program baru untuk teman-teman UMKM," ungkap Syanas.
#umkm-semarang #pelaku-umkm #unctad-pbb #syanas-nadya #roro-kenes #literasi-digital #perdagangan-global #program-inkubasi #bisnis-digital #umkm-indonesia #digital-master-class #pengusaha-perempuan #jej