Mandiri Spending Index Naik 1,5% jelang Nataru, Sinyal Daya Beli Mulai Pulih?
Mandiri Spending Index dilaporkan naik 1,5% menjelang Nataru 2025.
(Bisnis.Com) 25/11/25 18:35 50030
Bisnis.com, JAKARTA — Aktivitas belanja masyarakat menunjukkan peningkatan pada pekan kedua November, melanjutkan tren positif sejak awal kuartal IV/2025. Mandiri Institute mencatat Mandiri Spending Index (MSI) per 16 November 2025 berada di level 312,8, atau tumbuh 1,5% secara mingguan (week on week/WoW).
Kenaikan ini relatif stabil jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada pekan sebelumnya yang mencapai 1,7%. Sebagai catatan, MSI tercatat mengalami tren penurunan sepanjang kuartal III/2025.
Tim Ekonom Mandiri Institute pun menilai kenaikan belanja ini menjadi sinyal awal penguatan konsumsi menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Secara spesifik, peningkatan belanja jelang akhir tahun mulai terlihat signifikan pada sektor transportasi, khususnya moda darat.
“Belanja tiket kereta melanjutkan tren akselerasi, naik 6,3% WoW, lebih tinggi dibandingkan 5,1% pada minggu sebelumnya. Sementara itu, tiket pesawat naik 2,4% WoW setelah sempat terkontraksi 1,7% pada minggu sebelumnya,” tulis Office of Chief Economist Bank Mandiri dalam laporannya, dikutip Selasa (25/11/2025).
Mandiri Institute pun menilai pola belanja ini mengindikasikan bahwa mobilitas masyarakat pada libur Nataru 2025 kemungkinan besar masih akan didominasi oleh perjalanan darat, terutama menggunakan kereta api.
Berdasarkan wilayah, pertumbuhan belanja tercatat merata di seluruh Indonesia. Kawasan luar Jawa mencatatkan pertumbuhan mingguan yang lebih tinggi, dipimpin oleh Sulawesi (2,5%), Kalimantan (2,2%), serta Maluku dan Papua (2,2%).
Adapun untuk wilayah Jawa, tren belanja masih melanjutkan akselerasi dengan pertumbuhan sebesar 1,4%, sementara wilayah Sumatra dan Bali-Nusa Tenggara (Balnusra) tumbuh relatif stabil di kisaran 1,2% hingga 1,3%.
Pergeseran Pola Belanja
Di tengah kenaikan belanja mobilitas, Mandiri Institute menyoroti adanya sinyal normalisasi pada belanja barang tahan lama (durable goods). Kategori ini sempat mencapai puncaknya pada pekan ketiga Oktober, tetapi kini mulai melandai.
Kinerja kategori barang tahan lama saat ini praktis hanya ditopang oleh pembelian gawai (handphone) yang masih tumbuh 6,1% WoW, meskipun melambat dibandingkan pekan sebelumnya yang tumbuh 8,9%. Sebaliknya, belanja peralatan rumah tangga stagnan (0,0%) dan elektronik justru terkontraksi 4,8%.
“Belanja hobi dan hiburan juga melemah [-1,6%], sedangkan supermarket [1,1%] dan restoran [1,5%] melanjutkan tren pertumbuhan,” papar laporan tersebut.
Sementara dari sisi likuiditas masyarakat, indeks tabungan kelompok bawah (lower income) per 15 November 2025 terpantau membaik ke level 74,7, lebih tinggi dibandingkan posisi Oktober di level 73,1. Sebaliknya, indeks tabungan kelompok menengah dan atas mengalami penurunan terbatas, masing-masing ke level 100,0 dan 93,2.
Mandiri Institute memproyeksikan konsumsi rumah tangga pada kuartal IV/2025 berpotensi tumbuh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Hingga minggu ketiga November, rata-rata pertumbuhan konsumsi tercatat sebesar 36,6% secara tahunan (year on year/YoY), melampaui rata-rata kuartal III/2025 yang sebesar 29,3%.
“Ke depan, meningkatnya keyakinan konsumen, promo akhir tahun, dan stimulus pemerintah diperkirakan menjaga momentum konsumsi kuartal IV/2025 tetap tinggi,” tulis laporan tersebut.
#mandiri-spending-index #daya-beli-pulih #belanja-masyarakat #kuartal-iv-2025 #konsumsi-jelang-nataru #transportasi-darat #tiket-kereta-api #pertumbuhan-belanja #wilayah-luar-jawa #belanja-barang-tahan