90.447 Sekolah Tidak Ada Guru Bahasa Inggris, Rencana Jadi Mapel Wajib Terancam?

90.447 Sekolah Tidak Ada Guru Bahasa Inggris, Rencana Jadi Mapel Wajib Terancam?

Tingkat kemahiran Bahasa Inggris Indonesia pada laporan Education First English Proficiency Index (EF EPI) 2024 menempatkan Indonesia pada peringkat 80 dari 116... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 25/11/25 10:40 49255

JAKARTA - Data Kemendikdasmen menyebutkan ada 90.447 sekolah tidak mempunyai guru Bahasa Inggris. Pemerintah sendiri terus kebut program peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris demi mengejar rencana Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di jenjang Sekolah Dasar (SD) pada 2027.

Faktanya, tingkat kemahiran Bahasa Inggris Indonesia pada laporan Education First English Proficiency Index (EF EPI) 2024 menempatkan Indonesia pada peringkat 80 dari 116 negara di dunia. Sementara itu pemerintah menargetkan pada 2027 Bahasa Inggris bisa menjadi mata pelajaran wajib di

Di tingkat Asia, Indonesia berada di posisi 12 dari 23 negara dengan skor 468—setara level B1 dalam standar CEFR—yang dikategorikan sebagai low proficiency atau kemahiran rendah. CEFR sendiri merupakan standar internasional yang menggambarkan kemampuan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara dalam bahasa asing.

Data ini dipaparkan pada Taklimat Media Hari Guru Nasional 2025 oleh Ditjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen, Senin (25/11/2025).

Selain itu, rendahnya kecakapan ini sejalan dengan hasil kajian Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kemendikbud Ristek yang menganalisis data Ujian Nasional lima tahun terakhir.

Penelitian tersebut menunjukkan adanya penurunan kompetensi Bahasa Inggris pada peserta didik tingkat SMP, menandakan bahwa persoalan penguasaan Bahasa Inggris terjadi secara sistemik sejak jenjang pendidikan dasar.

Masalah semakin terlihat ketika ditinjau dari ketersediaan guru. Berdasarkan data Kemendikdasmen, dari total 150.447 sekolah dasar di Indonesia, terdapat 90.447 SD yang belum memiliki guru Bahasa Inggris. Sementara itu, baru 49.216 sekolah yang memiliki kandidat guru untuk mata pelajaran tersebut. Kondisi ini menjadi tantangan besar menjelang diberlakukannya Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD pada tahun 2027.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Dikti, Prof. Nunuk Suryani, menegaskan bahwa kekurangan guru menjadi isu mendesak. “Dari lebih dari 150.000 sekolah, baru 49.000 yang memiliki kandidat guru Bahasa Inggris. Masih ada lebih dari 90.000 sekolah yang tidak memiliki guru Bahasa Inggris, padahal tahun 2027 Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar,” ujarnya.

Untuk menghadapi perubahan kurikulum tersebut, Kemendikdasmen menyiapkan program pelatihan besar-besaran. Mulai 2025, sebanyak 90.447 guru kelas yang belum memiliki kompetensi Bahasa Inggris akan dibekali kecakapan dasar untuk mengajar.

Pelatihan ini dimulai dengan bimbingan teknis bagi calon fasilitator pada 2025, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan 60.000 guru pada 2026, sehingga implementasi penuh dapat berjalan pada awal tahun ajaran 2027.

Prof. Nunuk menambahkan bahwa upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan unit-unit pelaksana teknis pemerintah. Kemendikdasmen menggandeng Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang memiliki program studi Bahasa Inggris, serta membuka ruang partisipasi swasta dan masyarakat.

“Melihat jumlah yang besar, kita sedang menyiapkan bagaimana semua dapat terlibat. Partisipasi semesta akan kita dorong agar seluruh sekolah siap ketika Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib pada 2027,” tegasnya.
(nnz)

#bahasa-inggris #guru #mata-pelajaran-mapel #pelatihan-bahasa-inggris #sekolah

https://edukasi.sindonews.com/read/1647923/212/90447-sekolah-tidak-ada-guru-bahasa-inggris-rencana-jadi-mapel-wajib-terancam-1764040268