Impack Pratama (IMPC) Rogoh Kocek Rp400 Miliar Bangun Pusat Pelatihan dan R&D
PT Impack Pratama (IMPC) investasi Rp400 miliar untuk pusat pelatihan dan RnD, termasuk Rp250 miliar untuk Impack Polymer Science Institute (IPSI) hingga 2026.
(Bisnis.Com) 24/11/25 18:04 48457
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen barang plastik, PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) merogoh kocek hingga Rp400 miliar dalam rangka pembangunan pusat pelatihan SDM serta kepentingan riset dan pengembangan produk perseroan.
Secara terperinci, IMPC mengalokasikan hingga Rp250 miliar dalam rangka pembangunan Impack Polymer Science Institute (IPSI) hingga 2026. IPSI dibangun sebagai pusat pelatihan polimer atau plastik di Asean.
Direktur Utama IMPC Haryanto Tjiptodihardjo menerangkan bahwa institut tersebut nantinya akan mempertemukan pelaku industri, peserta didik, dan profesional di bidang polimer. Selain diharapkan mampu mendongkrak kualitas SDM IMPC, kehadiran institut ini juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan mendorong lahirnya inovasi baru.
Adapun, IPSI dibentuk dengan kemitraan antara IMPC dengan German Plastics Center (SKZ). SKZ merupakan otoritas di Eropa dalam teknologi polimer dan memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun. Kehadiran SKZ dalam proses pelatihan ini diharapkan mampu menambah keunggulan kompetitif IPSI sebagai pusat pendidikan yang dibangun oleh IMPC.
“Di tengah perubahan industri yang pesat, inovasi teknologi, dan ketidakpastian ekonomi global, membangun talenta unggul bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (24/11/2025).
Selain pengembangan institut, IMPC juga mengalokasikan dana senilai Rp150 miliar untuk riset dan pengembangan produk selama 5 tahun ke depan. Haryanto menyebut bahwa hal ini dilakukan guna mendorong inovasi di lini produk bangunan dan teknologi pemrosesannya.
Dengan begitu, IMPC secara total akan mengalokasikan Rp400 miliar sebagai investasi di bidang SDM dan pengembangan produk melalui riset dan pengembangan. Belum terang dari mana sumber dana tersebut akan diambil oleh perseroan.
“Investasi kami sekitar Rp250 miliar untuk IPSI, yang mencakup pelatihan polimer berkelas dunia dan pengembangan fasilitas berteknologi tinggi, merupakan bukti nyata dari komitmen tersebut,” katanya.
Namun secara kinerja sepanjang periode Januari–September 2025, IMPC membukukan pendapatan bersih Rp3 triliun, naik 9% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp2,8 triliun. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp466 miliar atau meningkat 15,5% year on year (YoY).
Dari sisi neraca, IMPC membukukan total aset senilai Rp5,07 triliun per September 2025, naik dari posisi Rp4,46 triliun pada Desember 2024. Kenaikan itu terutama disebabkan oleh kas dan setara kas perseroan yang tercatat naik ke posisi Rp676,77 miliar.
Total liabilitas IMPC juga tampak susut ke posisi Rp1,94 triliun dan posisi ekuitas perseroan justru bertumbuh menjadi Rp3,12 triliun per September 2025. Kenaikan ekuitas itu terutama disebabkan oleh kenaikan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya senilai Rp2,29 triliun.
Dengan begitu, nilai investasi IMPC dalam pembangunan pusat pelatihan dan R&D ini hanya setara dengan 12,82% dari total ekuitas perseroan per periode Januari–September 2025.
#impack-pratama #pusat-pelatihan #riset-dan-pengembangan #investasi-impc #ipsi #pelatihan-polimer #german-plastics-center #teknologi-polimer #inovasi-produk #sdm-impc #industri-plastik #pengangguran #i