Tingkatkan Kompetensi ASN, LAN Ubah Sistem Pembelajaran Jadi Terintegrasi

Tingkatkan Kompetensi ASN, LAN Ubah Sistem Pembelajaran Jadi Terintegrasi

Lembaga Administrasi Negara (LAN) perkuat ekosistem pembelajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah tersebut sebagai upaya strategis mendukung transformasi birokrasi... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 22/11/25 17:12 46735

JAKARTA - Lembaga Administrasi Negara (LAN) perkuat ekosistem pembelajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah tersebut sebagai upaya strategis mendukung transformasi birokrasi nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala LAN Muhammad Taufiq dalam pada Rapat Koordinasi Paguyuban PANRB, di Bandung, Jawa Barat.

Muhammad Taufiq menjelaskan pengembangan kompetensi ASN saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari belum terintegrasinya human capital development dengan rencana pembangunan pemerintah, hingga fragmentasi penyelenggaraan pelatihan antarinstansi.

Di sisi lain, kewajiban pembelajaran bagi seluruh ASN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ASN menuntut pendekatan baru yang lebih adaptif dan kolaboratif.

“Dengan jumlah ASN mencapai sekitar 5,2 juta orang, mustahil pendekatan pembelajaran yang konvensional dan terkotak-kotak dapat menjawab kebutuhan kompetensi masa kini,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Taufiq juga menyampaikan LAN telah melakukan perubahan paradigma dari model pembelajaran tradisional yang birokratis dan instruksional menjadi ekosistem pembelajaran yang lebih terbuka, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Dalam ekosistem ini, pembelajaran tidak lagi bergantung pada satu lembaga penyelenggara, tetapi menghubungkan berbagai pemangku kepentingan seperti instansi pemerintah, korporasi, lembaga pendidikan, dan platform teknologi.

Pendekatan ini juga mendorong ASN untuk belajar secara fleksibel melalui kombinasi formal learning, social learning, dan experiential learning.

“Ekosistem pembelajaran memungkinkan kita membuka sekat antarinstansi, menghadirkan mitra profesional, dan memastikan bahwa ASN belajar dari sumber terbaik sesuai perkembangan kompetensi yang dibutuhkan,” jelasnya.

Beberapa program prioritas yang dikembangkan LAN di dalam ekosistem pembelajaran meliputi, ASN Talent Academy, Reformer Academy, Learning Marketplace, Outbound Business Learning di Daerah, Pelatihan Kepemimpinan Nasional Berbasis Ekosistem, dan Penguatan Jejaring Pembelajaran Internasional.

Untuk memastikan keberlanjutan ekosistem pembelajaran, LAN menekankan pentingnya sinergi regulasi antara Kementerian PANRB, LAN, BKN, dan ANRI. Selain itu, diperlukan mekanisme kurasi penyedia pelatihan, pengakuan hasil belajar, serta sistem data ASN terintegrasi sebagai fondasi pengembangan kompetensi ke depan.

“Keberhasilan ekosistem pembelajaran tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada regulasi yang solid, data yang kuat, dan skema pembiayaan yang berkelanjutan,” tegasnya

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan pentingnya orkestrasi lintas lembaga dalam membangun fondasi reformasi birokrasi jangka panjang menuju periode 2025–2045.

Menurut dia, 2025 menjadi momentum strategis memasuki fase awal pelaksanaan RPJMN baru yang akan menjadi dasar perencanaan menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, birokrasi dituntut untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas SDM aparatur, dan memastikan seluruh kebijakan berjalan secara terintegrasi.

“Transformasi birokrasi adalah fondasi dari seluruh agenda pembangunan. Kita sedang membangun baseline baru untuk 20 tahun ke depan,” ujarnya.

Rini menyoroti berbagai agenda pemerintah, mulai dari perbaikan layanan publik, perlindungan sosial, hingga digitalisasi pemerintahan, tidak dapat berjalan tanpa harmonisasi kerja di bawah permukaan. Menurut Rini, instansi dalam paguyuban memiliki peran strategis layaknya sebuah orkestra yang harus memainkan nada secara selaras.

“Kemen PANRB berperan sebagai konduktor, LAN memastikan kapasitas aparatur, BKN menjaga integritas manajemen ASN, sementara ANRI menjaga memori kebijakan bangsa. Jika salah satu tidak selaras, simfoni reformasi tidak dapat berjalan,” jelasnya.

Rini mendorong agar rakor menghasilkan keluaran konkret berupa kompas kebijakan lintas lembaga, pemetaan kebutuhan kolaborasi, hingga instrumen operasional seperti SOP bersama dan Project Management Office lintas instansi.

Rini juga menegaskan pentingnya pembangunan ekosistem data nasional agar seluruh informasi terkait aparatur negara dapat ditampilkan dalam satu dashboard terintegrasi.

“Indonesia tidak membutuhkan lebih banyak rencana, tetapi lebih banyak implementasi. Tahun 2026 harus menjadi momentum konsolidasi besar untuk menyatukan data, kebijakan, dan layanan aparatur negara,” tegasnya.
(cip)

#aparatur-sipil-negara #sistem-pembelajaran #kompetensi-sdm #reformasi-birokrasi #lembaga-administrasi-negara-lan

https://nasional.sindonews.com/read/1646967/15/tingkatkan-kompetensi-asn-lan-ubah-sistem-pembelajaran-jadi-terintegrasi-1763802676