Hilirisasi Sawit KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Sedot Investasi Rp3 Triliun

Hilirisasi Sawit KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Sedot Investasi Rp3 Triliun

KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan menarik investasi Rp3 triliun untuk industri Oleofood, dukung hilirisasi sawit dan menciptakan 4.800 lapangan kerja di Kaltim

(Bisnis.Com) 10/11/25 19:13 34234

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) tengah menancapkan taringnya sebagai simpul strategis hilirisasi kelapa sawit dengan investasi industri Oleofood senilai Rp3 triliun.

Langkah ambisius ini diproyeksikan akan menarik industri turunan seperti oleokimia, biodiesel, dan produk olahan lainnya, sekaligus menjadikan KEK MBTK sebagai magnet investasi di Provinsi Kalimantan Timur.

Direktur Utama PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda) Aji M. Abidharta W. Hakim menyatakan investor Oleofood akan diposisikan sebagai anchor tenant yang diharapkan memicu efek domino bagi pertumbuhan industri hilir di kawasan tersebut.

"Keberadaan investor besar diharapkan akan mendorong pengembangan industri hilir kelapa sawit dan mempercepat proses hilirisasi yang menjadi fokus utama pengembangan KEK MBTK," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/11/2025).

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan sejumlah menterinya untuk mempercepat penghiliran di sektor strategis, menyusul pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga tahun ini yang melambat serta kontribusi manufaktur terhadap PDB yang belum juga pulih ke level prapandemi.

KEK MBTK sendiri menjadi salah dari daftar 18 Proyek Hilirisasi yang bakal digarap BPI Danantara, dimana pendanaan Industri Oleofood (kelapa sawit) berlokasi di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK) mencapai nilai investasi Rp3 triliun.

"Selain itu, proyek ini diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja hingga 4.800 pekerja," imbuhanya.

Sebagai konsekuensi logis dari proyeksi penyerapan tenaga kerja tersebut, pengelola kawasan telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung operasional.

Abi menyebutkan fasilitas yang telah tersedia meliputi instalasi Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 200 liter/detik dari target total 400 liter/detik, kantor bersama, gedung workshop, dan gedung pemadam kebakaran.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan lokasi potensial untuk mess pekerja disiapkan di lahan Kementerian Transmigrasi yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan, meskipun masih memerlukan koordinasi intensif terkait alokasi pemanfaatannya.

Patut dicatat, KEK MBTK menawarkan sejumlah keunggulan kompetitif yang membedakannya dari kawasan industri lain di Indonesia.

Pertama, posisi geografisnya yang berada di jalur perdagangan internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II) memberikan akses langsung ke pasar global.

Kedua, kelimpahan sumber daya alam berupa kelapa sawit, minyak, gas, mineral, dan batu bara yang menjadi tulang punggung industri pengolahan.

Ketiga, insentif fiskal berupa pembebasan pajak penghasilan badan, PPN, serta penangguhan bea masuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Selain itu, pengelola kawasan memfasilitasi kelancaran rantai pasok Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO) melalui optimalisasi pelabuhan internasional yang akan dilengkapi dermaga multipurpose.
Fasilitas ini diklaim mampu menangani kapal kargo hingga 10.000 DWT dan kapal tangker hingga 60.000 DWT guna memastikan distribusi bahan baku dari perkebunan sawit Kaltim berjalan efisien.

Melalui Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan, khususnya Pasal 43, diatur bahwa kewajiban perusahaan perkebunan mengalokasikan minimal 70% produk olahan untuk memenuhi kebutuhan industri hilir lokal.

Dengan demikian, regulasi ini memperkuat jaminan pasokan bahan baku bagi industri di KEK MBTK.

Dalam perkembangannya, PT Maloy Batuta Trans Kalimantan (PT MBTK) sebagai pengelola kawasan yang 99% sahamnya dimiliki PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda) ini tengah bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Proses appraisal aset meliputi lahan milik Pemkab Kutai Timur serta bangunan dan instalasi WTP milik Pemprov Kaltim kini berlangsung di Kementerian Dalam Negeri.

"Pihak terkait masih melakukan proses perundingan mengenai persentase alokasi saham antara Pemprov Kaltim, Pemkab Kutim, dan PT KTMBS (Perseroda), serta penyertaan modal dalam bentuk aset dan uang tunai yang akan menjadi bagian dari pembentukan BUMD MBTK," terang Abi.

Adapun, KEK MBTK dinilai tidak hanya menjanjikan pertumbuhan ekonomi regional, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya nilai tambah produk kelapa sawit yang selama ini masih diekspor dalam bentuk mentah.

#hilirisasi-sawit #kek-maloy-batuta #investasi-rp3-triliun #industri-oleofood #kalimantan-timur #oleokimia-biodiesel #magnet-investasi #anchor-tenant #industri-hilir #presiden-prabowo #proyek-hilirisas

https://kalimantan.bisnis.com/read/20251110/407/1927639/hilirisasi-sawit-kek-maloy-batuta-trans-kalimantan-sedot-investasi-rp3-triliun