Laba Bersih Surya Semesta (SSIA) Tersisa Rp6,46 Miliar Kuartal III/2025
Laba bersih SSIA turun 97,17% YoY jadi Rp6,46 miliar di Q3 2025. Pendapatan turun 14,15% jadi Rp3,31 triliun. Fokus pengembangan Subang Smartpolitan.
(Bisnis.Com) 04/11/25 13:02 26851
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mencatatkan penurunan kinerja keuangan sepanjang Januari-September 2025 dengan laba bersih turun hingga 97,17% secara tahunan.
Berdasarkan laporan keuangan per akhir September 2025, SSIA membukukan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk senilai Rp6,46 miliar atau terkontraksi 97,17% secara tahunan (year on year/YoY). Kondisi ini turut membuat laba per saham turun dari Rp49,61 menjadi Rp1,40 per saham.
Penurunan laba bersih SSIA sejalan dengan kinerja pendapatan yang mengalami koreksi sebesar 14,15% YoY menjadi Rp3,31 triliun pada kuartal III/2025.
Pendapatan perusahaan mayoritas berasal dari segmen konstruksi bangunan yang meraih Rp2,64 triliun, hotel Rp351,86 miliar, pembangunan kawasan industri Rp285,73 miliar, dan segmen real estat berkontribusi Rp261,23 miliar.
Sementara itu, SSIA mampu memangkas beban pokok sebesar 3,98% YoY menjadi Rp2,58 triliun per kuartal III/2025. Capaian ini membuat perusahaan meraih laba kotor sebesar Rp735,1 miliar, turun 37,42% YoY.
Dari sisi neraca aset, total aset SSIA tumbuh 13,42% year to date (YtD) menjadi Rp11,75 triliun. Secara rinci, liabilitas naik 50,49% YtD menjadi Rp3,57 triliun dan ekuitas meningkat 2,41% YtD ke Rp8,18 triliun per kuartal III/2025.
Sementara itu, kas dan setara kas perseroan pada akhir periode mencapai Rp1,61 triliun per kuartal III/2025, turun 14,72% dari Rp1,88 triliun.
Dalam perkembangan sebelumnya, SSIA membuka peluang sejumlah aksi korporasi untuk memperkuat proyek Subang Smartpolitan, termasuk kemungkinan menggelar right issue atau menjalin kemitraan strategis.
Subang Smartpolitan adalah kawasan industri seluas 2.717 hektare yang akan dikerjakan dalam empat fase. Namun, pengembangannya kini baru mencapai fase pertama sejak kuartal IV/2020, yang mencakup kawasan komersial, industri, residensial, pendidikan, serta infrastruktur dan fasilitas penunjang.
Untuk memacu pengembangan ke depan, SSIA mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp3,6 triliun pada 2025. Mayoritas dana akan difokuskan untuk mempercepat pengembangan Subang Smartpolitan.
Presiden Direktur SSIA Johannes Suriadjaja mengatakan perseroan berupaya mengkaji sejumlah opsi aksi korporasi ataupun peluang kolaborasi dengan pihak lain untuk memacu pengembangan Subang Smartpolitan dalam jangka panjang.
“Kami masih menggodok terus aksi korporasi maupun kolaborasi yang kami akan lakukan di masa depan, dan memang di Subang Smartpolitan ini banyak sekali kan, terutama di infrastruktur, utilitas, dan layanan penunjang,” ujarnya.
Untuk itu, Johannes menyatakan SSIA terbuka untuk berkolaborasi dengan para mitra potensial guna menunjang strategi pertumbuhan secara keseluruhan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ssia #laba-bersih #penurunan-laba #kinerja-keuangan #pendapatan-ssia #konstruksi-bangunan #hotel-ssia #kawasan-industri #real-estat #beban-pokok #subang-smartpolitan #capital-expenditure #right-issue #n-a