BP: Batam siap jadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan skala global
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebut wilayah Batam siap untuk dijadikan pusat infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial ...
(Antara) 29/06/26 20:48 263097
Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebut wilayah Batam siap untuk dijadikan pusat infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berskala global, menyusul komitmen perusahaan teknologi asing untuk membangun pusat data di kawasan itu.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Senin, mengatakan bahwa rencana pembangunan pusat data tersebut merupakan bentuk kepercayaan investor global terhadap iklim investasi dan kesiapan infrastruktur yang dimiliki Batam.
"Kehadiran Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne di Batam menegaskan bahwa kawasan ini siap bertransformasi menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan berskala global. Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem Al dunia,” ujar Li Claudia.
Firmus Technologies Pty Ltd. merupakan perusahaan teknologi asal Australia, yang akan membangun proyek pusat data Al pertamanya di Indonesia melalui kemitraan strategis bersama Nvidia Corp. dan DayOne yang berbasis di Singapura.
Rencana tersebut diumumkan oleh Firmus Technologies sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur Al di kawasan Asia Pasifik.
Proyek berupa kampus Nvidia DSX Al Factory berkapasitas 360 megawatt (MW) akan dibangun di Batam dengan masa kemitraan selama delapan tahun.
Fasilitas tersebut juga ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2027 dan diproyeksikan menyediakan hingga 170.000 chip akselerator Al Nvidia sepanjang 2027-2028.
Kapasitas tersebut menjadikannya salah satu klaster GPU terbesar yang direncanakan di kawasan Asia Tenggara.
Proyek ini juga diproyeksikan mampu menghasilkan kesepakatan pembelian (purchase agreements) senilai 25 miliar dolar AS hingga 30 miliar dolar AS dalam enam tahun pertama operasional proyek.
Menurut Li Claudia, meningkatnya investasi di sektor pusat data dan teknologi digital menunjukkan bahwa Batam memiliki keunggulan kompetitif, baik dari sisi letak geografis yang strategis, ketersediaan infrastruktur, maupun dukungan regulasi yang kondusif bagi investor.
“Investasi ini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari meningkatnya peluang kerja bagi tenaga profesional, penguatan ekosistem teknologi digital, hingga mendorong transfer pengetahuan dan teknologi di bidang kecerdasan buatan,” kata Li Claudia.
Lebih lanjut, Li Claudia menegaskan komitmen BP Batam untuk mendukung kebutuhan investor melalui penyediaan infrastruktur dan layanan investasi yang optimal.
"BP Batam berkomitmen untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari pasokan listrik andal, konektivitas digital, hingga kemudahan berinvestasi. Kami ingin memastikan proyek strategis seperti ini berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing Batam di tingkat regional dan global," tambahnya.
Menurutnya, masuknya investasi Al berskala besar itu semakin memperkokoh posisi Batam sebagai salah satu destinasi utama pengembangan pusat data dan infrastruktur digital di Asia Tenggara, sekaligus menjadi gerbang investasi teknologi masa depan bagi Indonesia.
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#kepri-batam #bp-batam #infrastruktur #investasi #pusat-data #ai