Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp 26,34 Triliun, Ini Rinciannya
Ada diskon transportasi, bebas bea masuk, bantuan pangan, hingga program magang. Cek manfaatnya!
(Kompas.com) 22/06/26 18:39 256569
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun pada kuartal II dan semester II-2026 untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, serta menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan, paket tersebut terdiri dari tiga pilar utama, yakni stimulus dan insentif, program magang dan vokasi, serta bantuan pangan.
Dia mengatakan, terdapat delapan kebijakan yang dibagi ke dalam tiga kelompok utama.
Pada pilar stimulus dan insentif, pemerintah mengalokasikan total Rp 2,04 triliun.
Salah satu kebijakan yang diberikan adalah penetapan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional.
"Pilar utama dari kebijakan stimulus dan insentif adalah yang pertama terkait dengan pajak penulis. Ini berupa tarif khusus PPh final royalty, sebesar 1,5 persen bagi penulis," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Senin (22/6/2026).
Selain itu, pemerintah memberikan diskon transportasi selama periode libur sekolah.
Untuk kereta api dan kapal laut, masyarakat memperoleh potongan tarif sebesar 30 persen.
Sementara pengguna jasa penyeberangan ASDP mendapat pembebasan tarif jasa kepelabuhanan.
Program tersebut berlaku untuk kereta api pada 20 Juni-5 Juli 2026, kapal PELNI pada 5 Juni-15 Agustus 2026, dan ASDP pada 20 Juni-5 Juli 2026.
Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 190,5 miliar dengan target 3 juta penumpang.
Pemerintah juga memberikan insentif transportasi udara berupa subsidi penuh PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi selama musim liburan.
Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 472,7 miliar dengan target 2,3 juta penumpang.
Untuk periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027, pemerintah kembali memberikan diskon tarif transportasi.
Potongan tarif kereta api sebesar 30 persen berlaku pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027, sementara tarif dasar kapal PELNI dipangkas 30 persen pada 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Pengguna ASDP juga memperoleh pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Program tersebut didukung anggaran Rp 161,4 miliar dengan target 2,8 juta penumpang.
Adapun insentif transportasi udara Natal dan Tahun Baru berupa subsidi penuh PPN DTP untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi dengan anggaran Rp 722 miliar dan target 3,7 juta penumpang. "Untuk mendorong mobilitas masyarakat, ada diskon transportasi untuk periode libur sekolah maupun libur Nataru," lanjut dia.
Kebijakan lainnya adalah pemberian fasilitas bea masuk nol persen atas impor elpiji bagi industri petrokimia.
Pemerintah memperkirakan total manfaat mencapai Rp 2,25 triliun dengan konsekuensi kehilangan pendapatan negara sekitar Rp 360 miliar per tahun.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bea masuk nol persen atas bahan baku plastik dan menurunkan bea masuk impor suku cadang pesawat dengan anggaran Rp 500 miliar.
Pada pilar magang dan vokasi, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 6,26 triliun.
Program magang nasional akan dimulai pada Juli 2026 dengan dana Rp 4,14 triliun dan menargetkan 150.000 peserta.
Sementara itu, program pelatihan vokasi memperoleh anggaran Rp 2,12 triliun untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
Program ini difokuskan kepada 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Adapun pada pilar bantuan pangan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 18,04 triliun.
Program bantuan beras 10 kilogram akan diberikan kepada 33,24 juta penerima selama tiga bulan mulai Juli 2026 dengan kebutuhan anggaran Rp 17,54 triliun di luar biaya operasional.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kedelai bagi perajin tahu dan tempe.
Melalui program ini, pemerintah memberikan subsidi Rp 2.000 per kilogram untuk kuota awal 250.000 ton kedelai di wilayah yang harga kedelainya berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP). Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 500 miliar.
Secara keseluruhan, total paket stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 26,34 triliun, yang terdiri dari Rp 2,04 triliun untuk stimulus dan insentif, Rp 6,26 triliun untuk program magang dan vokasi, serta Rp 18,04 triliun untuk bantuan pangan," tegas Airlangga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#pajak-penulis #bantuan-pangan #diskon-transportasi #stimulus-ekonomi-2026