BI Rate Naik Tiga Kali dalam Sebulan, Ada Kemungkinan Naik Lagi?
BI telah menaikkan BI Rate 3x. Akankah terus berlanjut? Para ekonom memberikan pandangan berbeda terkait prospek suku bunga acuan dan dampaknya pada rupiah.
(Kompas.com) 20/06/26 06:07 254992
JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebanyak tiga kali dengan total kenaikan 100 basis poin dalam kurun waktu satu bulan.
Lantas, apakah BI masih akan kembali menaikkan suku bunga acuannya?
Chief Economist BTN Myrdal Gunarto menilai ruang kenaikan BI Rate ke depan mulai terbatas.
Meskipun kenaikan BI Rate saat ini secara kumulatif masih lebih rendah dibandingkan penurunan suku bunga sebesar 125 basis poin yang dilakukan sepanjang tahun lalu.
Sebab, menurut dia, arah kebijakan moneter ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan nilai tukar rupiah, inflasi domestik, harga energi global, serta dinamika arus modal internasional.
"Selama tekanan eksternal mulai mereda dan harga minyak dunia tetap terkendali, kami memperkirakan BI Rate berpotensi dipertahankan pada level 5,75 persen hingga akhir tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (19/6/2026).
Dia menjelaskan, keputusan BI menaikkan suku bunga menjadi 5,75 persen menunjukkan fokus bank sentral dalam menjaga stabilitas makroekonomi, terutama nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
BI juga tengah mengantisipasi berbagai risiko eksternal seperti potensi pelebaran defisit transaksi berjalan, meningkatnya kebutuhan devisa untuk impor energi dan pembayaran dividen korporasi, serta dinamika arus modal global.
"Meskipun minat investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia mulai menunjukkan perbaikan, Bank Indonesia tetap mengambil langkah preventif untuk memperkuat kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas sistem keuangan," ungkapnya.
Pandangan berbeda disampaikan Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong.
Dia memperkirakan BI masih berpotensi menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut. Sebab, BI Rate memang menjadi instrumen penting untuk menopang rupiah, namun sifatnya hanya sebagai obat sementara sampai tekanan eksternal maupun domestik mereda.
"BI diperkirakan masih akan dinaikkan ke depannya paling tidak 50 basis poin lagi," ucap Lukman kepada Kompas.com, Jumat (19/6/2026).
Dengan tambahan kenaikan tersebut, BI Rate berpotensi mencapai 6,25 persen.
Level tersebut menjadi acuan karena pada September 2024 rupiah mulai mengalami pelemahan berkelanjutan dari kisaran Rp 15.000 per dollar AS setelah serangkaian penurunan BI Rate.
Lukman menilai berbagai langkah intervensi yang selama ini dilakukan BI masih belum cukup efektif untuk meredam tekanan terhadap rupiah sehingga kenaikan suku bunga masih menjadi instrumen utama yang digunakan bank sentral.
"Cara lain intervensi yang selama ini dan masih digunakan kurang berhasil meredam pelemahan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai, belum tentu BI akan terus menaikkan suku bunga setiap kali rupiah melemah.
Pasalnya, menurut Fakhrul, tujuan utama kenaikan suku bunga yang dilakukan BI selama ini adalah untuk mengubah ekspektasi pasar dan menunjukkan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta stabilitas makroekonomi.
"Saya tidak melihat BI memiliki target untuk terus menaikkan suku bunga setiap kali rupiah melemah," ujar Fakhrul kepada Kompas.com, Jumat.
Kendati demikian, dia menyebut, kebutuhan kenaikan suku bunga tambahan akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi domestik dan global dalam beberapa bulan ke depan.
Apabila proses stabilisasi yang sedang berlangsung mampu meningkatkan kepercayaan pasar, memperbaiki ekspektasi fiskal, dan mengurangi tekanan terhadap rupiah, maka kebutuhan kenaikan BI Rate tambahan akan semakin berkurang.
"Dalam pandangan saya, pasar saat ini lebih membutuhkan konsistensi kebijakan daripada kenaikan suku bunga tanpa batas. Karena itu yang perlu diperhatikan bukan hanya BI Rate, tetapi apakah seluruh kebijakan ekonomi bergerak menuju arah yang sama," tuturnya.
Sebagai informasi, BI pada Rabu (17/6/2026) memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
Kenaikan tersebut merupakan yang ketiga sepanjang kurang dari satu bulan terakhir, setelah sebelumnya BI menaikkan suku bunga masing-masing 50 basis poin pada 20 Mei dan 25 basis poin pada 9 Juni 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#bi-rate #suku-bunga-acuan #nilai-tukar-rupiah #stabilitas-makroekonomi