Penetrasi EV Melesat, BYD Perluas Jaringan Penjualan di Jawa Tengah

Penetrasi EV Melesat, BYD Perluas Jaringan Penjualan di Jawa Tengah

BYD Indonesia memperluas jaringan distribusinya di Jawa Tengah dengan membuka empat showroom baru guna merespons lonjakan penetrasi kendaraan listrik atau EV.

(Bisnis.Com) 18/06/26 00:40 252691

Bisnis.com, SEMARANG - Jawa Tengah menjadi wilayah strategis dalam peta transisi penggunaan kendaraan bermotor konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) ke kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Pabrikan otomotif asal Cina, BYD, mengungkapkan tingkat penetrasi EV di wilayah tersebut baru berkisar di angka 2% pada tahun lalu. Saat ini, tingkat penetrasinya sudah mencapai 8%.
Presiden Direktur BYD Indonesia, Eagle Zhao, menyebut pertumbuhan penetrasi penggunaan EV yang masif di Jawa Tengah menjadi alasan bagi perusahaan tersebut untuk memperluas jaringan penjualannya.

"Pagi ini kami membuka 4 showroom baru di Jawa Tengah, menjadikan total 5 dealer di wilayah ini," ucapnya pada Rabu (17/6/2026). Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi elektrifikasi di pasar ritel maupun komersial.
Hingga saat ini, penetrasi BYD di Jawa Tengah telah mencatatkan portofolio yang kuat dengan lebih dari 1.600 unit kendaraan yang beroperasi di jalanan. Angka tersebut berkontribusi terhadap sekitar 40% dari jumlah kendaraan listrik di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Pertumbuhan ini juga didorong oleh pergeseran preferensi konsumen di tengah situasi ekonomi makro yang dinamis. Adanya lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga mencapai 30% menjadi salah satu katalis utama yang mendorong masyarakat beralih dari kendaraan konvensional.
Dalam menjangkau konsumen di Jawa Tengah, BYD mengandalkan efisiensi melalui teknologi inovatif yang ditawarkan. Unit teranyarnya, BYD M6 yang menggunakan platform Dual Mode (DM), diklaim mampu menghemat ongkos operasional dan perawatan hingga 30% dibandingkan dengan kendaraan ICE.
"BYD berharap semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati teknologi DM. Teknologi harus bermanfaat bagi masyarakat, hal ini menjadi misi bagi BYD," tutur Eagle.
Komitmen elektrifikasi BYD di wilayah Jawa Tengah sebenarnya memiliki landasan historis dan kemitraan yang panjang. Sejak empat tahun lalu, perusahaan telah berkolaborasi dengan mitra lokal di Magelang untuk memproduksi armada bus listrik BYD. Hal ini membuktikan bahwa visi keberlanjutan perusahaan tidak hanya menyasar pada segmen konsumen ritel, namun juga menyentuh sektor transportasi publik dan kendaraan komersial.
"Jateng juga menjadi wilayah strategis di Pulau Jawa. Industrialisasinya juga cukup terkenal dan penting bagi perekonomian nasional. Kami berharap mitra lokal bisa ikut berkolaborasi bersama kami," ungkap Eagle.

Langkah ekspansi yang dilakukan BYD mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang Puput Widhiatmoko Hadinugroho yang mewakili Wali Kota Semarang, menyatakan bahwa kehadiran diler baru BYD di Haka Auto serta penyelenggaraan BYD Tech Culture Festival di kawasan Simpang Lima merupakan momentum penting.
Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, adopsi EV kini telah bergeser dari sekadar gaya hidup menjadi sebuah kebutuhan mendasar. Implementasi teknologi ini dinilai sangat krusial dalam mendukung program pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di perkotaan.

"Kami siap membangun kolaborasi dengan dunia usaha, industri otomotif, Lembaga Pendidikan Komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan agar Kota Semarang bisa menjadi wilayah yang ramah terhadap inovasi energi hijau," kata Puput.

#ev-jawa-tengah #penetrasi-ev #byd-indonesia #showroom-byd #dealer-ev #adopsi-teknologi-ev #kendaraan-listrik-jawa-tengah #byd-m6 #teknologi-dual-mode #efisiensi-kendaraan-listrik #elektrifikasi-byd #b

https://semarang.bisnis.com/read/20260618/536/1981472/penetrasi-ev-melesat-byd-perluas-jaringan-penjualan-di-jawa-tengah