Dony Oskaria Tegaskan Danantara Pisahkan Risiko Pengelolaan BUMN dan Investasi
Danantara dibangun dengan mekanisme perlindungan risiko yang jelas sejak awal, terutama melalui pemisahan fungsi pengelolaan aset dan investasi.
(IDX-Channel) 15/06/26 02:00 249739
IDXChannel - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Dony Oskaria menegaskan Danantara dibangun dengan mekanisme perlindungan risiko yang jelas sejak awal, terutama melalui pemisahan fungsi pengelolaan aset dan investasi.
Dony menjelaskan skema ini dirancang untuk memastikan aktivitas investasi tidak mengganggu kesehatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi fondasi utama Danantara.
Dia juga menilai pemisahan tersebut telah menjadi bagian dari desain institusi sejak awal pembentukan. Desain ini membuat Danantara memiliki dua fungsi berbeda yang saling melengkapi, yakni pengelolaan portofolio BUMN dan pengelolaan investasi.
"Dari awal kita sudah mendesain, kita pecah. Di Danantara itu ada dua. Danantara Asset Management sebagai konsolidator BUMN, dan Danantara Investment Management sebagai investment arms-nya," kata Dony, dalam podcast Bukan Kaleng Kaleng, dikutip Minggu (14/6/2026).
Dony menjelaskan pemisahan ini menjadi penting untuk mencegah risiko investasi tidak bisa langsung berdampak ke aset-aset BUMN yang dikelola. Dengan demikian, kata Dony, keberlanjutan Danantara sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan perusahaan-perusahaan negara yang berada dalam portofolio Danantara.
Dony juga menambahkan, dana yang digunakan untuk investasi Danantara bukan berasal dari aset pokok BUMN, melainkan berasal dari dividen yang dihasilkan oleh pengelolaan BUMN yang sehat.
"(Aset) yang diinvestasikan adalah dividen. Dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management itu selanjutnya diinvestasikan untuk hal yang produktif seperti mempercepat pertumbuhan ekonomi kita," katanya.
Di tengah sorotan publik terhadap pengelolaan BUMN dan aset negara, Dony menegaskan pemisahan fungsi pengelolaan BUMN dan investasi menjadi bagian penting dalam desain Danantara. Menurut Dony, pemisahan ini perlu dijelaskan kepada masyarakat agar publik memahami landasan berpikir pemerintah, arah pengelolaan, dan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai.
Dia juga menekankan bahwa governance dalam pengelolaan perusahaan-perusahaan negara harus dijalankan dengan benar.
“Dengan fondasi itu, Danantara diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai instrumen pengelolaan aset negara yang mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga pemisahan fungsi dan prinsip kehati-hatian,” kata dia.
(NIA DEVIYANA)