Mengapa Dunia Kian Sulit Diprediksi di Era AI hingga Ketegangan Geopolitik?

Mengapa Dunia Kian Sulit Diprediksi di Era AI hingga Ketegangan Geopolitik?

Ketegangan geopolitik, perkembangan AI, dan tekanan ekonomi dinilai mengubah dunia secara bertahap melalui perubahan struktur yang jarang terlihat.

(Kompas.com) 12/06/26 12:12 248177

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketegangan geopolitik, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), tekanan ekonomi, hingga krisis kepercayaan terhadap berbagai institusi membuat dunia terasa semakin sulit diprediksi.

Menurut ilmuwan Indonesia Prof. Raymond R. Tjandrawinata, kondisi tersebut terjadi karena banyak perubahan besar sebenarnya tidak muncul secara tiba-tiba. Berbagai gejolak yang terlihat di permukaan sering kali merupakan hasil dari tekanan yang telah lama terakumulasi di dalam suatu sistem.

Pandangan tersebut ia tuangkan dalam buku System Shift: Reading the World as Structure in Motion.

“Perubahan besar hampir tidak pernah muncul tiba-tiba. Krisis biasanya hanyalah permukaan dari tekanan struktural yang telah lama bergerak di dalam sistem,” tulis Prof. Raymond dalam pengantar bukunya, dikutip Jumat (12/6/2026).

Menurut dia, banyak orang terlambat memahami perubahan karena terlalu fokus pada peristiwa yang sedang terjadi. Padahal, yang menentukan arah perubahan justru sering berada pada struktur yang menopang sistem ekonomi, politik, teknologi, lingkungan, maupun institusi sosial.

Pandangan tersebut lahir dari pengalaman panjang Prof. Raymond di dunia riset. Selama lebih dari dua dekade, ia dikenal sebagai salah satu tokoh di bidang farmasi dan bioteknologi Indonesia melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), pusat riset Dexa Group yang berdiri sejak 2005.

Dari pengalaman tersebut, Prof. Raymond kemudian mengembangkan pendekatan berpikir sistemik yang tidak hanya diterapkan dalam sains, tetapi juga untuk membaca perubahan global.

Mengapa Perubahan Besar Sering Tak Disadari?

DOK. DLBS Buku System Shift: Reading the World as Structure in Motion mengulas bagaimana konflik geopolitik, perkembangan AI, dan tekanan ekonomi dapat dipahami sebagai bagian dari perubahan sistem yang berlangsung bertahap.

Dalam buku tersebut, Prof. Raymond menjelaskan bahwa konflik geopolitik, gejolak ekonomi, ketidakstabilan institusi, hingga perubahan sosial yang tampak mendadak sebenarnya merupakan hasil akumulasi tekanan yang berlangsung perlahan di dalam suatu sistem.

Karena itu, memahami perubahan tidak cukup hanya dengan melihat peristiwa yang sedang terjadi. Yang juga perlu dipahami adalah hubungan antara sistem ekonomi, politik, teknologi, lingkungan, dan institusi sosial yang saling memengaruhi satu sama lain.

Melalui "System Shift", Prof. Raymond memperkenalkan tiga lapisan pembahasan. Pertama, menjelaskan bahwa berbagai peristiwa global merupakan ekspresi dari proses struktural yang lebih dalam.

Kedua, menguraikan keterhubungan berbagai sistem yang dapat menciptakan kerentanan tanpa disadari saat kondisi masih terlihat stabil. Ketiga, menghadirkan 13 instrumen operasional untuk membantu pembaca mengenali arah perubahan dan titik-titik tekanan dalam suatu sistem.

Bagi Prof. Raymond, cara berpikir tersebut berangkat dari pendekatan berbasis sistem yang selama ini digunakan dalam riset biomedis untuk memahami hubungan antar-komponen yang kompleks.

“Dunia tidak terutama berubah karena satu peristiwa tunggal, melainkan karena sistem yang menopangnya terus bergerak, menyerap tekanan, dan perlahan mengubah keseimbangan internalnya sendiri,” ujarnya.

Di tengah derasnya arus informasi, menurut Prof. Raymond, memahami apa yang terjadi di balik sebuah peristiwa menjadi sama pentingnya dengan memahami peristiwa itu sendiri. Sebab, perubahan besar sering kali mulai terbentuk jauh sebelum dampaknya terlihat di permukaan.

Sebagai informasi, Prof. Raymond memiliki lebih dari 200 publikasi internasional terindeks Scopus dan puluhan paten di bidang biomedis. Ia juga merupakan penerima SINTA Awards dari Kementerian Riset dan Teknologi pada 2018 dan 2020 serta aktif dalam berbagai jejaring ilmiah internasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jakarta #ketegangan-geopolitik #ai

https://money.kompas.com/read/2026/06/12/121245926/mengapa-dunia-kian-sulit-diprediksi-di-era-ai-hingga-ketegangan-geopolitik