Hadapi Proteksionisme AS, Mendag Optimistis Ekspor Indonesia Tetap Tumbuh

Hadapi Proteksionisme AS, Mendag Optimistis Ekspor Indonesia Tetap Tumbuh

Posisi dagang Indonesia yang konsisten mencatatkan surplus besar menjadi modal kuat dalam menghadapi dinamika tarif global saat ini.

(IDX-Channel) 08/06/26 23:00 244070

IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimistis Indonesia masih mampu mencatat keuntungan strategis di tengah bayang-bayang kebijakan proteksionisme dan tarif Amerika Serikat (AS).

Budi menilai posisi dagang Indonesia yang konsisten mencatatkan surplus besar menjadi modal kuat dalam menghadapi dinamika tarif global saat ini.

Keyakinan ini didasari oleh performa perdagangan bilateral yang menunjukkan ketergantungan pasar AS terhadap produk-produk unggulan asal tanah air. Meski ancaman tarif tambahan sering kali memicu kekhawatiran bagi banyak negara mitra dagang AS, Indonesia justru mencatatkan pertumbuhan nilai ekspor yang signifikan.

"Surplus terbesar kita itu ke Amerika ya, tahun 2025 surplus kita USD18,11 miliar, ekspor kita sekitar USD30,6 miliar. Segmentasi pasar ekspor kita 11 persen ke Amerika, jadi justru ketika ada risiko tarif resiprokal, ekspor kita terus meningkat. Makanya justru ART (American Reciprocal Tariff) ini salah satu instrumen yang bisa meningkatkan ekspor kita," ujar Budi dalam media briefing di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa hubungan dagang kedua negara sudah memiliki fondasi yang kokoh sejak lama melalui mekanisme Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) yang telah berjalan sejak 16 Juli 1996.

Wadah ini menjadi jembatan diplomasi yang krusial untuk menegosiasikan berbagai kepentingan ekonomi, mengingat AS menyadari peran penting pasokan barang dari Indonesia bagi pasar mereka.

Pemerintah kini berfokus mengoptimalkan instrumen perdagangan baru tersebut untuk melindungi dan mengembangkan sektor-sektor industri yang menyerap banyak tenaga kerja.

Kehadiran kebijakan tarif di Amerika Serikat dipandang sebagai katalisator untuk mendorong produktivitas manufaktur nasional yang selama ini mendominasi ekspor ke Negeri Paman Sam.

"Makanya ketika ada ART itu adalah kesempatan yang bagus buat kita untuk terus meningkatkan ekspor kita. Dan yang ekspor itu kan kebanyakan produk-produk tekstil, bagian jadi, ya alas kaki, elektronik, yang itu adalah melibatkan perusahaan besar dengan waktu dan tenaga kerjanya sangat banyak," kata dia.

Dengan strategi negosiasi yang tepat dan penguatan pada sektor padat karya seperti tekstil serta elektronik, Indonesia optimistis dapat mempertahankan status surplus dagangnya.

“Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat devisa negara, tetapi juga menjamin keberlangsungan operasional perusahaan-perusahaan besar yang menopang ekonomi masyarakat luas,” ujarnya.

(NIA DEVIYANA)

#mendag #proteksionisme #tarif-amerika-serikat #surplus-besar

https://www.idxchannel.com/economics/hadapi-proteksionisme-as-mendag-optimistis-ekspor-indonesia-tetap-tumbuh