Harga TBS Sawit Anjlok, Mentan Amran Cecar GAPKI-Wilmar: Kaget Apa Pura-pura Kaget?

Harga TBS Sawit Anjlok, Mentan Amran Cecar GAPKI-Wilmar: Kaget Apa Pura-pura Kaget?

Menteri Pertanian Amran Sulaiman murka! Pengusaha sawit dicecar habis terkait anjloknya harga TBS, sementara harga CPO global naik. Ancaman tindakan hukum menanti.

(Kompas.com) 08/06/26 17:01 243739

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencecar pimpinan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan perwakilan dari Wilmar Group terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit.

Peristiwa itu terjadi saat dalam Rapat Pengendalian Harga TBS dan minyak sawit mentah (CPO) di Kementerian Pertanian (Kementan) yang dihadiri asosiasi petani, refinery, GAPKI, dan Satgas Pangan, Senin (8/6/2026).

Adapun harga TBS anjlok setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal produk kelapa sawit pada 20 Mei lalu.

Dalam rapat itu, Amran meminta penjelasan dari GAPKI kenapa harga TBS bisa anjlok sementara harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar global meningkat dan dollar AS menguat.

Ketua Umum GAPKI Edy Martono menjelaskan, harga TBS dan CPO anjlok karena pasar panik usai pemerintah mengumumkan pembentukan PT DSI.

“Saya sudah lapor Pak Wamen (Wakil Menteri), jadi sebenarnya karena masalah panik, ketidakpastian,” kata Edy.

Menurutnya, setelah pembentukan PT DSI diumumkan pengusaha tidak mengetahui skema dan wewenang perusahaan tersebut.

Edy mengaku mendapat pertanyaan dari _buyer_ di Uni Eropa dan negara importir lainnya. Namun, ia tidak bisa menjawab.

“Kita pun ditanya juga tidak tahu, Pak,” ujar Edy.

Mendengar ini, Amran mengonfirmasi bahwa pelaku usaha merasa kaget dengan pembentukan PT DSI.

Ia lalu menanyakan kenapa di tengah ketidakpastian itu pengusaha memilih menurunkan alih-alih menaikkan harga TBS dan CPO.

“Berarti kaget? Kaget. Kenapa tidak lari naik kalau kaget? Kenapa lari turun?” cecar Amran.

“Biasa Pak, masalah ketidakpastian,” jawab Edy.

Namun, Amran tidak menerima jawaban tersebut. Sebagai pengusaha yang sudah menggeluti bisnis selama 20 tahun, ia juga kaget menghadapi dinamika komoditas nikel.

Sebagai pemilik tambang nikel, Amran memutuskan menaikkan harga nikel alih-alih menurunkan harga hasil tambang itu.

“Bapak kenapa lari kagetnya (menurunkan harga)? Itu menyusahkan 15 juta orang kagetnya Bapak? Coba sebut apa adanya lah. Ini kamera sengaja saya live ?” kata Amran.

“Kaget ketidakpastian itu,” jawab Edy.

Menurutnya, begitu pemerintah mengumumkan pembentukan PT DSI banyak pelaku usaha sawit tidak memahami tugas, wewenang, hingga skema ekspor satu pintu.

GAPKI sudah mendatangi Kementerian Perdagangan hingga Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian guna meminta jawaban terkait PT DSI namun tidak mendapat jawaban.

“Di perdagangan tidak tahu, di perekonomian juga tidak tahu waktu isu terjadi isu. Gitu Pak. Jadi memang sebenarnya masalah ketidakpastian itu, kaget tadi Pak,” tutur Edy.

Meski demikian, setelah PT DSI mulai beroperasi pada 1 Juni sebagai regulator, harga TBS dan CPO dalam negeri perlahan membaik.

Namun, Amran tidak puas dengan jawaban tersebut.

Sebab, pada kenyataannya harga TBS di tingkat petani belum kembali seperti sedia kala.

Menurut Amran, jika pengusaha sawit merasa kaget dengan kebijakan itu seharusnya hanya berlangsung selama beberapa hari.

“Kaget kan satu hari. Setelah ada kejelasan Bapak kan jawab sudah ada kejelasan. Lah kenapa belum recovery 100 persen? Berarti masih kaget?” cecar Amran.

Edy lantas menjelaskan harga CPO mulai berangsur naik sejak PT DSI mulai beroperasi sejak 1 Juni sebagai regulator.

Namun, ia menekankan harga tidak bisa seketika kembali normal karena harus bertahap.

Ia lalu menyebut pada hari ini akan digelar lelang pembelian harga CPO namun hasilnya masih bergantung pada harga internasional.

Mendengar itu, Amran lalu kembali menekankan para pengusaha tidak memainkan harga TBS dan CPO sehingga merugikan jutaan juta petani yang mengelola 16 juta hektar kebun sawit.

Amran bahkan mengancam jika pengusaha berpura-pura kaget dan menurunkan harga TBS, ia akan mengambil tindakan tegas.

“Oke kalau dia tidak berhenti kaget aku kasih kaget ya. Direskrimum, seluruh surat yang saya kirim tolong periksa yang harga turun masih sampai hari ini. Ada hampir 300 perusahaan periksa semua,” ujar Amran.

canva.com Ilustrasi sawit

Lanjut Cecar Wilmar

Setelah mencecar GAPKI, Amran kemudian mendengarkan penjelasan dari Direktur Wilmar Group Tenang Sembiring.

Perwakilan raksasa perusahaan sawit itu juga menyebut harga CPO dalam negeri turun karena pasar merasa kaget dengan pembentukan PT DSI.

Setelah pengumuman itu, proses lelang CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) gagal membentuk harga.

“Karena ada kondisi itu jadi di KPB itu enggak ada terbentuk harga,” kata Tenang.

Namun, dalam forum itu pihak lain yang terlibat dalam lelang itu menjelaskan bahwa harga CPO gagal terbentuk karena harga yang ditawar perusahaan refinery terlalu rendah.

Mendengar ini, Amran geram. Ia lalu meminta daftar perusahaan yang menawar CPO dengan harga rendah sehingga harga gagal terbentuk.

“Jadi udah Bapak pura-pura kaget aku juga pura-pura kaget nanti aku kasih kaget juga Bapak. Aku juga aduh aku kaget juga sama kita kaget. Tahu enggak aku lagi beribadah you bikin kaget. Apa kenapa?” cecar Amran.

Tenang lantas menjelaskan bahwa pada 2 Juni lelang CPO di KPB kembali normal.

Namun, para petani di forum tersebut menyatakan harga TBS belum kembali normal.

Amran pun menyatakan bakal mencari tengkulak yang diduga menjadi biang karena membeli harga TBS di bawah harga acuan provinsi.

“Tengkulaknya aku cari juga nanti enggak usah pokoknya di mana masalah ini Dirkrimsus hadir se-Indonesia,” kata Amran.

Rapat kemudian menyepakati harga TBS dan CPO kembali normal seperti sebelum pemerintah mengumumkan PT DSI.

Sebab, harga CPO di dunia sedang mahal dan nilai tukar dollar AS menguat sehingga tidak ada alasan harga TBS dan CPO dalam negeri turun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#amran-sulaiman #harga-tbs-sawit #pt-dsi #gapki-wilmar

https://money.kompas.com/read/2026/06/08/170100026/harga-tbs-sawit-anjlok-mentan-amran-cecar-gapki-wilmar-kaget-apa-pura-pura