Mayora (MYOR) Tebar Dividen Rp 60 per Saham
Memasuki 2026, Mayora melihat peluang perbaikan kinerja seiring mulai menurunnya harga kopi dan kakao.
(Kompas.com) 05/06/26 08:00 240632
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 60 per saham kepada para pemegang saham dari laba tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (4/6/2026).
Pembagian dividen tersebut dilakukan setelah perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan. Sepanjang 2025, Mayora membukukan penjualan sebesar Rp 38,68 triliun, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 36,07 triliun.
Direktur Mayora, Wardhana Atmadja, mengatakan sepanjang 2025 perseroan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kenaikan harga kopi dan kakao memberikan tekanan terhadap biaya produksi, sementara perusahaan tetap dituntut menjaga daya saing harga produknya di pasar.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, perseroan menjalankan berbagai strategi, mulai dari inovasi produk, peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya produksi, hingga menjaga harga jual tetap kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk.
Menurutnya, strategi tersebut menjadi fondasi penting mempertahankan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar, baik domestik maupun internasional.
“Kami akan terus memperkuat inovasi, menjaga efisiensi operasional, memastikan ketersediaan bahan baku, serta memperluas pasar di dalam dan luar negeri,” ujar Wardhana saat konferensi pers, Kamis sore.
Memasuki 2026, perseroan melihat peluang perbaikan kinerja seiring mulai menurunnya harga kopi dan kakao. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan margin keuntungan perusahaan.
Selain itu, komposisi penjualan ekspor yang signifikan dengan tujuan ke berbagai negara dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
“Dengan strategi yang adaptif dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis dapat terus meningkatkan daya saing dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” paparnya.
Adapun di 2026, MYOR mematok penjualan sebesar Rp 41,85 triliun atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan dibanding realisasi 2025. Sementara, laba bersih diperkirakan tumbuh 17,3 persen secara tahunan menjadi Rp 3,41 triliun.
Perseroan memandang prospek industri makanan dan minuman masih tetap positif, didukung oleh stabilitas konsumsi rumah tangga serta permintaan pasar ekspor yang terjaga. Namun demikian, perusahaan tetap mencermati berbagai tantangan global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok, biaya logistik, dan harga komoditas.
Dengan fondasi bisnis yang kuat, portofolio merek yang telah dikenal luas, serta jaringan distribusi yang menjangkau berbagai negara, perseroan optimistis dapat terus bertumbuh dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, konsumen, mitra usaha, dan masyarakat.
“Dengan fondasi bisnis yang kuat, portofolio merek yang telah dikenal luas, serta jaringan distribusi yang menjangkau berbagai negara, perseroan optimistis dapat terus bertumbuh dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, konsumen, mitra usaha, dan masyarakat,” tukas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekaranghttps://money.kompas.com/read/2026/06/05/080000326/mayora-myor-tebar-dividen-rp-60-per-saham-