Komoditas Pangan RI Berpeluang Masuk Katering Arab Saudi, dari Kerupuk, Santan, hingga Ikan Patin
Komoditas pangan Indonesia berpeluang masuk katering haji Arab Saudi, didorong oleh Kemenhaj untuk memenuhi kebutuhan jutaan jemaah, meski terkendala logistik.
(Bisnis.Com) 05/06/26 01:13 240519
Bisnis.com, MAKKAH — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong komoditas pangan Indonesia masuk ke dalam rantai pasok katering haji Arab Saudi, seiring besarnya kebutuhan konsumsi jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahun.
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengatakan bahwa peluang tersebut terbuka lebar karena banyak bahan pangan dari Tanah Air yang digunakan untuk menu jemaah haji Indonesia. Hal itu disampaikan saat Tim Amirul Hajj meninjau dua perusahaan penyedia layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah, yakni Meez Mary Catering dan Uhud Taiba for Catering.
"Kita melihat ada banyak komoditas yang sebenarnya kita miliki. Seperti beras, kerupuk, santan, ikan patin, dan bumbu masakan yang selama ini menjadi bagian dari konsumsi jemaah," ujar Irfan, dikutip pada Jumat (5/6/2026).
Menurut dia, sejumlah bahan pangan yang digunakan oleh perusahaan katering di Arab Saudi juga diduga berasal dari Indonesia. Namun, produk tersebut masuk melalui negara lain atau dipasarkan menggunakan merek negara berbeda sehingga identitas asal Indonesia tidak terlihat secara langsung.
Irfan mencontohkan produk santan dan ikan patin yang saat ini banyak digunakan dalam penyediaan makanan jemaah haji Indonesia.
"Beberapa produk yang digunakan sebenarnya berasal dari Indonesia, tetapi masuk melalui jalur distribusi negara lain," katanya.
Pasar Haji dan Umrah Sangat Potensial
Kemenhaj menilai pasar katering haji dan umrah merupakan peluang strategis bagi pelaku usaha nasional. Setiap tahun, Arab Saudi melayani jutaan jemaah dari berbagai negara sehingga kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar terus meningkat.
Pemerintah ingin memperkuat keterlibatan produk pangan Indonesia dalam ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Menurut Irfan, Indonesia memiliki kapasitas memadai untuk memasok berbagai kebutuhan pangan yang selama ini digunakan dalam katering jemaah.
"Peluangnya sangat bagus. Kita punya semua komoditas itu. Tinggal bagaimana menyesuaikan standar dan aturan agar bisa masuk ke pasar Arab Saudi," ujarnya.
Selain meningkatkan ekspor, langkah tersebut juga berpotensi membuka pasar baru bagi petani, nelayan, serta pelaku industri makanan dan minuman nasional.
Meski peluangnya besar, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan sebelum produk pangan Indonesia dapat masuk lebih luas ke Arab Saudi. Salah satu kendala utama adalah tingginya biaya logistik pengiriman dari Indonesia ke Timur Tengah, lalu dinamika geopolitik kawasan juga memengaruhi kelancaran distribusi barang.
Irfan mengungkapkan pemerintah sebelumnya telah mencoba mengirim sejumlah komoditas untuk kebutuhan katering haji, termasuk beras dan bumbu masakan. Namun, upaya tersebut belum berjalan optimal karena berbagai hambatan tersebut.
"Kendala utamanya ada pada biaya transportasi dan situasi kawasan yang memengaruhi rantai distribusi," katanya.
Peluang Masuk Kontrak Katering Haji
Ke depan, pemerintah membuka peluang memasukkan penggunaan komoditas pangan Indonesia dalam kontrak penyediaan katering haji. Skema tersebut dinilai dapat memberikan kepastian pasar bagi produk nasional sekaligus memperbesar kontribusi Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji.
"Dalam kontrak bisa saja diatur penggunaan beras atau bahan pangan dari Indonesia. Ini akan memperkuat posisi produk kita, meski saat ini belum bisa diterapkan sepenuhnya," ujar Irfan.
Pemerintah berharap perbaikan kondisi logistik global dan stabilitas kawasan Timur Tengah dapat mempercepat masuknya komoditas pangan Indonesia ke pasar Arab Saudi.
Apabila terealisasi, peluang tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia, tetapi juga memperkuat ekspor pangan nasional ke salah satu pasar terbesar di kawasan Timur Tengah.
#komoditas-pangan #katering-arab-saudi #kerupuk-indonesia #santan-indonesia #ikan-patin #pasar-haji-umrah #ekspor-pangan #logistik-timur-tengah #distribusi-pangan #produk-nasional #pasar-arab-saudi #ba