BSE Beroperasi Penuh, Harum Energy (HRUM) Targetkan Produksi MHP Tembus 50.000 Ton
Harum Energy (HRUM) menargetkan produksi MHP mencapai 50.000 ton pada 2026 setelah PT Blue Sparking Energy (BSE) beroperasi penuh. Kenaikan harga sulfur dapat mempengaruhi biaya.
(Bisnis.Com) 04/06/26 19:40 240342
Bisnis.com, JAKARTA — PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) hingga 50.000 ton pada tahun ini, usai PT Blue Sparking Energy (BSE) beroperasi penuh pada Maret 2026.
Direktur Utama HRUM Ray Antonio Gunara mengatakan BSE sebenarnya telah memulai produksi sejak akhir 2025. Namun, penjualan komersial baru dimulai pada akhir Maret 2026.
"BSE membukukan penjualan sebanyak 4.091 ton nikel dalam bentuk MHP," ujar Ray dalam paparan publik, Rabu (3/6/2026).
Ray juga menjelaskan tingkat utilisasi fasilitas HPAL BSE saat ini telah mendekati 100%. Dengan capaian tersebut, HRUM optimistis produksi MHP sepanjang 2026 dapat mencapai kisaran 45.000 hingga 50.000 ton.
“Utilisasi kapasitas PT BSE sudah mendekati 100%, sehingga kami harapkan produksi MHP di BSE dapat mencapai kurang lebih antara 45.000 sampai 50.000 ton sampai akhir tahun 2026 ini," katanya
Meski demikian, Ray mengakui kenaikan harga sulfur berpotensi mempengaruhi struktur biaya BSE ke depan.
Menurut Ray, dampak kenaikan harga sulfur terhadap struktur biaya BSE tidak akan terjadi secara langsung karena perusahaan masih memiliki persediaan sulfur yang dibeli sebelum terjadinya lonjakan harga pada awal tahun ini
"Kenaikan biaya produksi dari BSE akan naik secara bertahap, karena sebelum kenaikan signifikan harga sulfur, PT BSE sudah memiliki inventori sulfur yang masih menggunakan harga sebelum kenaikan belakangan ini," ujarnya.
Akan tetapi, lanjutnya, seiring berjalannya waktu, BSE tetap harus membeli sulfur dengan harga yang berlaku di pasar. Karena itu, kenaikan harga sulfur diperkirakan akan mulai tercermin pada biaya produksi perusahaan.
Ray juga menjelaskan di tengah potensi kenaikan biaya tersebut, kemampuan untuk meneruskan atau pass-through kenaikan biaya kepada pelanggan tetap terbuka, meskipun terbatas.
"Pada umumnya kita bisa mem-pass-through kenaikan biaya itu kepada pelanggan, namun hanya sebatas tingkat tertentu. Yang mempengaruhi berapa besar biaya yang bisa di-pass-through adalah demand dan supply dari produk itu sendiri," tutur Ray.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#harum-energy #bse-beroperasi-penuh #produksi-mhp #target-50-000-ton #mixed-hydroxide-precipitate #penjualan-komersial #nikel-mhp #fasilitas-hpal #utilisasi-kapasitas #kenaikan-harga-sulfur #struktur-b