Laba Bank Aladin Syariah (BANK) Melonjak 304 Persen pada 2025
PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (4/6/2026).
(Kompas.com) 04/06/26 19:31 240336
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (4/6/2026).
Dalam rapat tersebut, perseroan memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun buku 2025 sekaligus strategi bisnis untuk 2026 guna memperkuat posisinya sebagai bank syariah digital.
Sepanjang 2025, Bank Aladin Syariah mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator keuangan. Hingga 31 Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp 14,4 triliun atau tumbuh 53,89 persen secara tahunan (year on year/yoy).
DOK. PT BANK ALADIN SYARIAH TBK Ilustrasi PT Bank Aladin Syariah Tbk. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menghadirkan produk Ala Deposito, yang menawarkan imbal hasil setara 9 persen per tahun dengan sistem bagi hasil (nisbah) 68 persen.Sementara itu, laba perseroan tercatat sebesar Rp 150,7 miliar atau meningkat 304,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga terlihat pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 10,4 triliun atau naik 92,18 persen (yoy). Adapun penyaluran pembiayaan mencapai Rp 5,2 triliun atau tumbuh 9,58 persen (yoy).
Di tengah pertumbuhan tersebut, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tetap terjaga pada level 49,3 persen.
Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Aladin Syariah mencapai 3,7 juta pengguna atau tumbuh 12,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi mengatakan, capaian tersebut sejalan dengan penguatan layanan digital, pengembangan produk, serta perluasan ekosistem strategis yang dilakukan perseroan.
“Bank Aladin Syariah mencatatkan kinerja yang positif di tahun 2025. Hal ini sejalan dengan pengembangan produk dan layanan, serta penguatan sistem digital yang mendukung kemudahan akses perbankan bagi para nasabah,” ujar Koko.
Shutterstock IlustrasiMenurut dia, perseroan akan terus memperkuat perannya sebagai bank syariah digital yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menghadirkan layanan yang relevan dan inklusif bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa perluasan akses layanan keuangan syariah melalui inovasi digital dan kolaborasi ekosistem dapat menjadi bagian penting dalam mendorong inklusi keuangan syariah serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” kata Koko.
Perluas ekosistem layanan syariah
Dalam menjalankan strategi pertumbuhan, Bank Aladin Syariah terus memperluas ekosistem layanan syariah melalui penerapan strategi offline-to-online (O2O) bersama berbagai mitra strategis.
Salah satu kolaborasi utama dilakukan bersama Alfa Group yang memiliki lebih dari 23.000 jaringan minimarket di seluruh Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat memperoleh akses layanan perbankan syariah digital dengan lebih mudah.
Selain Alfa Group, perseroan juga memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis lainnya, antara lain Flip melalui layanan Superflip, Mekari, Persis Solo, Muhammadiyah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Bank Aladin Syariah juga ditunjuk oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) pada 2025. Penunjukan tersebut memperkuat posisi perseroan dalam ekosistem keuangan syariah nasional.
Fokus strategi bisnis 2026
Memasuki 2026, Bank Aladin Syariah menyatakan akan melanjutkan momentum pertumbuhan yang telah dibangun pada tahun sebelumnya. Hingga kuartal I-2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 23,3 miliar.
Untuk mendukung pertumbuhan selanjutnya, perseroan akan berfokus pada penguatan kerja sama dengan mitra bisnis potensial guna membangun ekosistem digital yang lebih luas. Selain itu, ekspansi produk dan layanan akan dilakukan baik melalui aplikasi digital maupun jaringan offline mitra strategis.
Bank Aladin Syariah juga akan memanfaatkan jaringan ATM BCA untuk layanan tarik tunai tanpa kartu.
Di sisi pendanaan, perseroan menargetkan penguatan akuisisi dana secara organik maupun melalui integrasi dengan ekosistem mitra strategis guna mendorong pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA).
Perseroan juga mengoptimalkan potensi kategori Nasabah Aladin Premier yang menyasar segmen ritel kelas menengah atas untuk mendorong penghimpunan dana ritel secara keseluruhan.
Sementara dari sisi pembiayaan, Bank Aladin Syariah akan memperluas kerja sama penyaluran pembiayaan bersama mitra strategis melalui penawaran produk yang inovatif dan kompetitif dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.
Selain itu, perusahaan akan terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi, meningkatkan aspek tata kelola perusahaan, serta memperkuat struktur organisasi dan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#bank-syariah #bank-aladin #bank-aladin-syariah #layanan-digital