Industri Furnitur Berpotensi Diuntungkan Penguatan Dolar
Penguatan dolar AS menguntungkan industri furnitur Indonesia sementara waktu, meski biaya produksi tetap dalam dolar. HIMKI berharap stabilitas rupiah untuk rencana jangka panjang.
(Bisnis.Com) 04/06/26 16:22 240049
Bisnis.com, SURABAYA - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menilai penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah bisa menguntungkan pengusaha di Tanah Air.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengakui bahwa menguatnya mata uang asing, khususnya dolar AS, sesungguhnya mendatangkan keuntungan bagi para pelaku usaha furnitur ataupun mebel yang tersebar di seluruh tanah air. Namun begitu, ia menegaskan bahwa keuntungan tersebut hanya dirasakan sesaat saja. Sebabnya, berbagai komponen pendukung produksi tetap diperoleh dan dibayar menggunakan dolar AS.
“Iya, tapi untungnya sesaat ya karena kita terima dalam bentuk dolar. Kita mengatakan kayak semacam windfall ya, tapi \'kan juga nanti belanja mesin juga pakai dolar. Logistik juga ada dolarnya. Belanja bahan finishing juga ada dolarnya,” ungkap Sobur di sela-sela Indonesia Forestry and Woodworking Machinery (Indowood) Expo di Grand City, Surabaya, Kamis (4/6/2026).
Sobur tidak menampik bahwa para pengusaha di bidang pengolahan industri kayu tersebut memang merasakan “durian runtuh” imbas dari menguatnya dolar AS terhadap rupiah.
Ia memaparkan bahwa bahan dasar produksi atau kayu yang digunakan oleh para anggota HIMKI untuk memproduksi berbagai produk mayoritas didominasi oleh komoditas lokal, di mana banderolnya lebih terjangkau dan mudah untuk diperoleh oleh para perajin.
“Tentu saja karena kandungan lokal ya, seperti ‘kan kayu ya, kemudian rotan ‘kan berasal dari dalam negeri dan proporsi itu lumayan besar di industri gitu ya. Jadi bisa dibilang 70% itu kandungan lokal kita ya. Jadi kalau dolar naik ya banyak uang berarti memang member HIMKI sekarang, tapi itu sementara. Ya, sementara karena yang diperlukan itu kan dolar stabil supaya membuat rencana lama, rencana jangka panjangnya itu bagus,” bebernya.
Dengan kondisi dolar AS yang menguat, Sobur mengatakan 2.500 anggota HIMKI saat ini berapi-api untuk memproduksi banyak produk untuk diperdagangkan ke luar negeri.
Dengan perolehan yang melonjak karena menguatnya mata uang asing itu, ia menyebut sejumlah pelaku usaha bahkan berani untuk berinvestasi dengan mendatangkan mesin-mesin produksi berteknologi mutakhir.
“Iya, sekarang kita bersemangat dengan dolar seperti ini kalau terus 24 jam kerja gitu terus ya. Makanya mesin-mesin kita datangkan semua untuk menopang outcome-nya besar. Kalau tanpa teknologi kan nilainya volume yang keluarnya kecil. Bayangin tuh, dengan teknologi ini kalau kita bisa bikin 10, bisa jadi 20, bisa jadi 30. Berarti apa? Volumenya naik, permintaannya tumbuh, dolar yang masuknya juga gede. Dari target kita US$6 miliar kan berarti dua kali lipat dari sekarang di waktu mungkin 4-5 tahun lah ke depan,” paparnya.
Walau pendapatan dan omzet usaha meningkat, HIMKI menegaskan bahwa mereka juga berharap adanya langkah-langkah nyata dan terukur yang ditempuh oleh pemerintah dalam upaya untuk menstabilkan nilai tukar mata uang Garuda terhadap mata uang asing, terlebih dolar AS.
Menurutnya, faktor-faktor penghambat yang menyebabkan dunia usaha yang digawangi oleh pemodal lokal maupun asing, sudah sepatutnya dapat dibereskan oleh regulator lewat berbagai kebijakan yang akomodatif bagi dunia investasi.
“Kalau buat teman-teman HIMKI mungkin dolar makin tinggi makin untung juga dia kayaknya tuh, tapi kita berharap pemerintah memang bisa menstabilkan ya dengan memastikan regulasi atau hambatan-hambatan di dalam dunia usaha itu menjadi hilang. Supaya ada kepercayaan publik yang kuat, termasuk dunia internasional, melihat Indonesia ini adalah peluang untuk membangun pertumbuhan. Jangan sampai outflow keluar mereka karena ribetnya aturan misalnya, ketidakpercayaan ya pergilah dibawalah duitnya. Akhirnya apa? Kebutuhan terhadap dolar meningkat karena dibawa keluar, jadi rupiahnya jatuh. Pasti begitu,” pungkasnya.
#furnitur-indonesia #penguatan-dolar #industri-mebel #himki #keuntungan-dolar #industri-kayu #bahan-lokal #ekspor-furnitur #investasi-mesin #teknologi-produksi #stabilitas-rupiah #kebijakan-pemerintah #n-a