IHSG Masih Rawan Koreksi, Ritel Bisa Cermati Saham-saham Ini

IHSG Masih Rawan Koreksi, Ritel Bisa Cermati Saham-saham Ini

IHSG diprediksi rawan koreksi Kamis ini dipengaruhi sentimen eksternal. Cermati saham rekomendasi analis seperti AADI, BMRI, MEDC, INDF, INCO, PTRO.

(Kompas.com) 04/06/26 06:42 239342

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih rawan terkoreksi pada perdagangan Kamis (4/6/2026), setelah indeks terkoreksi 4,12 persen ke level 5.941,066 pada Rabu.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya sentimen eksternal yang membayangi pasar keuangan domestik.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga menjadi salah satu faktor utama yang dicermati investor, selain berbagai pandangan dan proyeksi terbaru dari lembaga-lembaga global terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Dalam kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support di 5.884 dan resistance di level 5.967.

“Untuk besok Kamis kami perkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support di 5884 dan resist 5967 dengan sentimen di mana investor masih akan mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan juga outlook dari lembaga asing terhadap Indonesia,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Rabu malam (3/6/2026).

Adapun, Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor ritel untuk perdagangan Kamis ini, di antaranya;

Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan kisaran target harga di Rp 8.500- Rp 9.125.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga masuk radar investor dengan potensi pergerakan harga di rentang Rp 4.220- Rp 4.320.

Lalu, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 1.340- Rp 1.430.

Lebih jauh, analis lainnya juga merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor ritel pada perdagangan Kamis.

Berikut rinciannya;

Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, merekomendasikan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Saham INDF masih berpotensi mengalami penurunan hingga mencapai proyeksi Fibonacci 161,8 persen dari wave a sebagai estimasi target wave c yang akan mengakhiri wave (b) secara keseluruhan.

Namun, skenario tersebut dinilai tetap valid selama harga saham INDF tidak turun di bawah level Rp 6.000 per saham.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan adanya momentum bearish yang mengindikasikan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Pada perdagangan Rabu, saham INDF ditutup melemah 4,94 persen dibandingkan hari sebelumnya ke level Rp 6.250 per saham.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, ia merekomendasikan strategi buy on weakness dengan area support di Rp 6.000 dan resistance di Rp 6.750 per saham.

Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Saham INCO masih bergerak dalam tren bearish karena terus berada di bawah garis MA10.

Saat ini, saham tersebut diperkirakan akan menguji area support di kisaran Rp 4.100- Rp 4.030 per saham, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) mulai mendekati area oversold.

Kondisi tersebut membuat saham INCO menarik untuk dicermati menggunakan strategi buy on weakness. Apabila terjadi technical rebound, harga saham berpotensi bergerak menuju area resistance di level Rp 4.700 per saham.

Meski demikian, investor disarankan tetap membatasi risiko apabila harga menembus level support Rp 4.000 per saham.

Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), saham INCO ditutup melemah 8,67 persen dibandingkan hari sebelumnya ke level Rp 4.320 per saham.

Audi merekomendasikan buy on weakness dengan area support di Rp 4.000 dan resistance di Rp 4.700 per saham.

Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, merekomendasikan saham PT Petrosea Tbk (PTRO). Meskipun indikator Stochastics %K-%D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, saham PTRO saat ini masih berada dalam fase bearish consolidation.

Selain itu, pergerakan MA20 dan MA60 juga masih menunjukkan kecenderungan menurun yang mengindikasikan tren pelemahan belum sepenuhnya berakhir.

Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan saham PTRO juga tercatat mengalami penurunan, yang mencerminkan belum kuatnya minat beli di pasar.

Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), saham PTRO ditutup melemah 14,37 persen dibandingkan hari sebelumnya ke level Rp 4.110 per saham.

Untuk saham ini, Nafan memberikan rekomendasi hold dengan area support di Rp 3.170 dan resistance di Rp 5.450 per saham.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#sentimen-eksternal #rekomendasi-saham #nilai-tukar-rupiah #ihsg-koreksi

https://money.kompas.com/read/2026/06/04/064200926/ihsg-masih-rawan-koreksi-ritel-bisa-cermati-saham-saham-ini