Tarif Angkutan Udara hingga Cabai Naik Pengaruhi Inflasi Bali 2,99%

Tarif Angkutan Udara hingga Cabai Naik Pengaruhi Inflasi Bali 2,99%

Inflasi Bali Mei 2026 mencapai 2,99% dipicu kenaikan tarif angkutan udara dan harga cabai. Kenaikan harga mempengaruhi berbagai sektor, termasuk makanan dan transportasi.

(Bisnis.Com) 03/06/26 13:14 238636

Bisnis.com, DENPASAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 2,99% (yoy) atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,23 pada Mei 2025 menjadi 112,50 pada Mei 2026.

Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) Mei 2026 tercatat inflasi sebesar 1,34%, sedangkan inflasi bulanan (mtm) tercatat inflasi sebesar 0,42%

Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menjelaskan inflasi (yoy) terjadi karena naiknya harga komoditas-komoditas amatan yang ditunjukkan oleh naiknya IHK pada sepuluh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 4,56%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,9%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,27%.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,97%, kelompok kesehatan sebesar 1,33%, kelompok transportasi sebesar 3,03%, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,32% kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05%, kelompok pendidikan sebesar 3,09%.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,98%, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,36%. Pada Mei 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,44%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04% kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,31%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04%.

Kelompok kesehatan sebesar 0,03%, kelompok transportasi sebesar 0,33%, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07%, kelompok pendidikan sebesar 0,21%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,29%, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,23%.

Sedangkan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tidak signifikan memberikan sumbangan inflasi.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada bulan Mei 2026 antara lain: cabai rawit, beras, daging ayam ras, emas perhiasan, pemeliharaan/servis, tarif angkutan udara, cabai merah, Sigaret Putih Mesin (SPM), minyak goreng, Sekolah Menengah Atas, sewa rumah, bawang merah, sigaret kretek mesin, bahan bakar rumah tangga, kue basah, tarif air minum PAM, tarif parkir, nasi dengan lauk, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan telur ayam ras," jelas Hendrayana, Selasa (2/6/2026).

Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi, antara lain daging babi, bawang putih, canang sari, tomat, bensin, sabun cair/cuci piring, pembalut wanita, sabun detergen bubuk, buku tulis bergaris, dan kelapa. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi (mtm) pada Mei 2026 antara lain beras, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, dan tarif angkutan udara.

Sementara itu, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain canang sari, tomat, bawang merah, jeruk, bawang putih, emas perhiasan, pepaya, dan pisang.

#inflasi-bali #tarif-angkutan-udara #cabai-rawit #inflasi-2026 #harga-konsumen-bali #kenaikan-ihk #kelompok-pengeluaran-bali #komoditas-inflasi-bali #harga-cabai-merah #tarif-udara-naik #inflasi-yoy-ba

https://bali.bisnis.com/read/20260603/537/1978094/tarif-angkutan-udara-hingga-cabai-naik-pengaruhi-inflasi-bali-299