Pengamat lihat peluang penguatan lanjutan IHSG jangka pendek ke depan
Pengamat pasar modal Reydi Octa melihat peluang penguatan lanjutan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek, namun volatilitas masih tetap ...
(Antara) 02/06/26 19:01 237977
investor tetap perlu mewaspadai aksi ambil untung setelah penguatan signifikan, sehingga pergerakan IHSG kemungkinan masih akan bergerak dalam pola konsolidasi dengan kecenderungan positif
Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar modal Reydi Octa melihat peluang penguatan lanjutan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek, namun volatilitas masih tetap akan tinggi.
Selama tidak ada sentimen negatif baru dari tingkat domestik maupun global, menurutnya, peluang IHSG bergerak rebound (berbalik menguat) masih terbuka.
“Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai aksi profit taking (ambil untung) setelah penguatan signifikan, sehingga pergerakan IHSG kemungkinan masih akan bergerak dalam pola konsolidasi dengan kecenderungan positif,” ujar Reydi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Reydi melihat saat ini investor asing (foreign investor) masih cenderung bersikap hati-hati dan belum sepenuhnya agresif masuk ke pasar saham Indonesia.
Meski tekanan jual mulai mereda, menurutnya, investor asing cenderung masih mencermati stabilitas kurs rupiah, arah suku bunga global, serta perkembangan reformasi pasar modal Indonesia.
“Fokus asing saat ini lebih banyak pada saham-saham likuid dengan fundamental kuat,” ujar Reydi.
Reydi menilai penguatan IHSG pada perdagangan hari ini, Selasa (02/05), didorong oleh kombinasi membaiknya sentimen dari tingkat global dan faktor teknikal.
Setelah tekanan jual yang cukup besar dalam beberapa waktu terakhir, Ia menilai pelaku pasar memanfaatkan valuasi saham-saham unggulan yang sudah relatif menarik.
“Selain itu, meredanya kekhawatiran investor terhadap sejumlah sentimen eksternal turut meningkatkan minat risiko di pasar saham,” ujar Reydi.
Terkait sektor penopang, Reydi menilai penopang utama masih berasal dari sektor perbankan dan saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan di IHSG, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap penguatan indeks.
Sebagai informasi, data penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (02/05) sore, IHSG ditutup menguat 68,04 poin atau 1,11 persen ke posisi 6.195,42.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.572.956 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,25 miliar lembar saham senilai Rp25,47 triliun. Sebanyak 281 saham naik, 389 saham menurun dan 147 tidak bergerak nilainya.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat dipimpin sektor energi yang naik sebesar 1,78 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 0,64 persen dan 0,58 persen.
Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 3,20 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor properti yang masing-masing turun sebesar 2,65 persen dan 1,13 persen.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
#indeks-harga-saham-gabungan #bursa-efek-indonesia #indonesia-stock-exchange #idx #bei #ihsg