Profil Pendidikan Dino Patti Djalal, Mantan Wamenlu dan Dubes yang Saat Ini Jadi Sorotan

Profil Pendidikan Dino Patti Djalal, Mantan Wamenlu dan Dubes yang Saat Ini Jadi Sorotan

Dino Pati Djalal saat ini menjadi sorotan karena mengkritik kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. Berikut ini profil pendidikan Dino yang pernah... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 02/06/26 16:44 237790

JAKARTA - Dino Patti Djalal saat ini menjadi sorotan karena mengkritik kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. Berikut ini profil pendidikan Dino yang pernah jadi kuliah di Kanada dan Inggris.

"Sebagai sahabat bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional, dan banyak rakyat Indonesia menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri, dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," ujar Dino melalui akun Instagramnya @dinopattidjalal, dikutip Selasa (2/6/2026).

Dino menilai, perjalanan seorang kepala negara memakan biaya yang besar, ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya protokoler, dan lainnya.

Dino pun memberikan 5 saran Presiden untuk menghemat biaya dan waktu perjalanan luar negeri dengan lebih mengandalkan video call, zoom call, atau telepon untuk menjalin komunikasi dengan negara lain.

Ia juga menyarankan Presiden untuk memanfaatkan kunjungan ke suatu forum internasional. Lalu perencanaan secara profesional perjalanan Presiden ke luar negeri.

Dino juga menyarankan, untuk satu tahun ke depan Presiden lebih banyak menerima tamu negara ketimbangan kunjungan ke luar negeri. Terakhir, ia mengusulkan agar ke depan sebagian besar misi diplomatik diserahkan ke Menlu Sugiono.

Respons Seskab Teddy Indra Wijaya



Merespons kritikan Dino, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa seluruh kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden.

Selain itu, Teddy turut menjelaskan masalah jumlah rombongan yang menyertai Prabowo dalam kunjungan luar negeri. Ia menegaskan jumlah delegasi pada masa pemerintahan Prabowo telah dipangkas secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Tedy menambahkan, alasan Presiden Prabowo Subianto kerap melakukan kunjungan ke luar negeri selama 1,5 tahun terakhir. Teddy menerangkan, ketika Prabowo menjadi Presiden Indonesia, dunia tengah dilanda krisis.

Menurut Teddy, Kepala Negara harus membangun hubungan dengan pemimpin negara lainnya. "Masalah protokoler dan frekuensi ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir. Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis,” kata Teddy di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026)

Teddy menegaskan, salah besar jika kunjungan Prabowo ke luar negeri dianggap sebagai gagah-gagahan dan seremonial. Ia meminta masyarakat untuk melihat capaian yang sudah dilakukan selama 1,5 tahun terakhir.

Profil Pendidikan Dino Patti Djalal



Mengutip laman resmi dinopattidjalal.com, Founder & Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) ini lahir di Beograd, Yugoslavia, pada 10 September 1965 dari keluarga diplomat Indonesia.

Sejak kecil, Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional di era Presiden Susilo Banbang Yudhoyono (SBY) ini telah terbiasa hidup berpindah-pindah negara mengikuti penugasan orang tuanya.

Pendidikan dasar Dino ditempuh di Sekolah Dasar Muhammadiyah, kemudian melanjutkan ke SMP Al-Azhar. Ia menyelesaikan pendidikan menengah atas di McLean, Virginia, Amerika Serikat.

Untuk pendidikan tinggi, mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (2010–2013) menempuh studi di sejumlah universitas ternama dunia.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI pada 2014 ini meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dari Carleton University, Ottawa, Kanada. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Politik di Simon Fraser University, Vancouver, Kanada.

Tak berhenti di situ, Dino kemudian menyelesaikan gelar Doktor (Ph.D) Hubungan Internasional di London School of Economics and Political Science (LSE), London, Inggris—salah satu kampus terbaik dunia dalam bidang ilmu sosial dan politik.

Atas kiprahnya di dunia diplomasi Dinno pun menerima Bintang Jasa Utama di tahun 2010 dan menerima Bintang Mahaputra Adipradana pada 2014.

Selain itu ia juga menjadi anggota Komite Eksekutif Forum Perdamaian Paris, Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) pada 2018, dan ia tercatat telah menulis 11 buku tentang kepemimpinan.
(nnz)

#dino-patti-djalal #kunjungan-kenegaraan #presiden-prabowo-subianto #teddy-indra-wijaya #wamenlu

https://edukasi.sindonews.com/read/1713173/211/profil-pendidikan-dino-patti-djalal-mantan-wamenlu-dan-dubes-yang-saat-ini-jadi-sorotan-1780391210