Rapor Kinerja Laba Bank Jumbo Kuartal III/2025, Siapa Paling Moncer?
Simak rapor kinerja bank-bank penghuni KBMI 4 (BMRI, BBRI, BBCA, dan BBNI) per kuartal III/2025.
(Bisnis.Com) 01/11/25 10:00 23652
Bisnis.com, JAKARTA — Bank-bank jumbo di Indonesia yang masuk kategori bank dengan modal inti (KBMI) 4 telah merilis kinerja keuangan hingga kuartal III/2025. Siapa peraih laba terbesar di antara Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Central Asia (BCA)?
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, dari tiga bank Himbara dan satu swasta besar yang masuk KBMI 4, hanya satu yang berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih.
PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) mencatat laba bersih terbesar di industri sepanjang sembilan bulan tahun ini, mencapai Rp43,4 triliun atau naik 5,7% dibandingkan Rp41,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
"Kinerja ini ditopang oleh ekspansi kredit yang berkualitas dan terjaganya likuiditas perseroan," ujar Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam paparan kinerjanya.
Dari sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK) per akhir September 2025, terdapat pertumbuhan sebesar 7% secara tahunan yang ditopang utamanya oleh pendanaan murah atau current account saving account (CASA).
Lebih rinci terkait penyaluran kredit, sektor korporasi menjadi yang tertinggi dibanding segmen lain, tumbuh 10,4% YoY mencapai Rp436,9 triliun per September 2025.
Kredit komersial naik 5,7% YoY menjadi Rp142,9 triliun, dan kredit UKM tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp129,3 triliun. Pertumbuhan kredit konsumer menyentuh 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, didorong kenaikan KPR sebesar 6,4% YoY menjadi Rp138,8 triliun.
Adapun, CASA BCA tumbuh 9,1% YoY mencapai Rp999 triliun. "Pertumbuhan CASA selaras dengan total frekuensi transaksi BCA yang naik 78% dalam tiga tahun terakhir," kata Hendra.
BRI
Di bawahnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) membukukan laba bersih tahun berjalan konsolidasi sebesar Rp41,23 triliun hingga akhir kuartal III/2025. Raihan laba tersebut tidak lepas dari kontribusi anak usaha BBRI.
Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menyampaikan kinerja 10 perusahaan anak BRI, Pegadaian, PNM, BRI Life, BRI Insurance, Bank Raya, BRI Finance, BRI Dana Sekuritas, BRI Manajemen Investasi, BRI Ventures, dan BRI Global Financial Services memberikan kontribusi positif terhadap BRI.
“Kinerja 10 perusahaan anak BRI tersebut, tercatat semakin baik dan memberikan kontribusi positif terhadap BRI,” kata Agus dalam konferensi pers Paparan Kinerja Kuartal III/2025, Kamis (30/10/2025).
Agus mengatakan laba bersih perusahaan anak BRI mencapai Rp8,19 triliun pada kuartal III/2025. Capaian itu meningkat 27,6% secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp6,42 triliun.
Dalam paparan yang disampaikan Agus, total kontribusi laba bersih Pegadaian terhadap BRI mencapai 69,2%, disusul oleh PNM 13,4%, BRILife 9,5%, BRI Insurance 5,8%, dan lainnya sebesar 2,1%.
Sementara itu hingga September 2025, Agus menyebut bahwa total aset perusahaan anak BRI tumbuh 15,0% YoY menjadi Rp244,5 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp212,6 triliun.
Bank Mandiri
BMRI melaporkan raihan laba bersih konsolidasian kuartal III/2025 senilai Rp37,7 triliun. Laba ini di atas konsensus para analis yang dihimpun Bloomberg. Meski demikian, sebagai perbandingan pada periode yang sama tahun sebelumnya, bank dengan logo pita emas itu membukukan penurunan laba bersih 10,25% dari Rp42,01 triliun.
Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri mengatakan perusahaan menyalurkan pinjaman konsolidasi Rp1.764,24 triliun per September 2025, tumbuh 11% secara tahunan atau year on year (YoY).
Adapun, capaian ini disebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 7,70% YoY menurut data Bank Indonesia.
"Hasilnya, hingga akhir September 2025, total aset konsolidasi Bank Mandiri turut meningkat dan mencapai Rp2.563 triliun, naik 10,3% secara YoY. Kinerja ini mencerminkan keunggulan intermediasi Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan yang berorientasi pada produktivitas dan penciptaan nilai tambah ekonomi," kata Novita dalam konferensi pers laporan keuangan Bank Mandiri, Senin (27/10/2025).
BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) membukukan laba Rp15,12 triliun, terkoreksi dari Rp16,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, BBNI mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp51,16 triliun hingga September 2025, tumbuh 4,77% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp48,83 triliun dengan beban bunga tercatat Rp21,91 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih BBNI tercatat sebesar Rp29,25 triliun.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan strategi penguatan kualitas portofolio dan efisiensi pendanaan yang disiplin membuat BNI tetap tangguh menghadapi volatilitas, sekaligus menjaga keseimbangan pertumbuhan di seluruh segmen bisnis.
“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan BNI untuk tetap adaptif dalam menghadapi tantangan, sambil terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Putrama dalam keterangannya, Jumat (24/10/2025).
BNI mencatat rasio permodalan cukup solid, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 21,1%, termasuk Tier-1 Capital yang tetap kuat.
Likuiditas juga berada pada level aman dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,9%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 167,4%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 142,1%.
Kualitas aset pun tetap terjaga. BNI melaporkan rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada di kisaran 2,0%, sementara Loan at Risk (LAR) membaik ke level 10,4%.
#bank-jumbo #laba-bank #kuartal-iii-2025 #bca-laba #bri-laba #bank-mandiri-laba #bni-laba #kinerja-bank #ekspansi-kredit #pertumbuhan-casa #kredit-korporasi #kredit-ukm #aset-bri #pinjaman-bank-mandiri