Pengamat: Saham konglomerasi menopang penguatan IHSG

Pengamat: Saham konglomerasi menopang penguatan IHSG

Pengamat pasar modal Reydi Octa menjelaskan bahwa saham-saham konglomerasi dan sektor komoditas telah menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ...

(Antara) 29/05/26 14:39 234962

Penopang utama masih berasal dari sektor komoditas dan saham konglomerasi yang memiliki bobot cukup besar dalam IHSG

Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar modal Reydi Octa menjelaskan bahwa saham-saham konglomerasi dan sektor komoditas telah menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini.

IHSG tercatat menguat 79,59 poin atau 1,30 persen ke posisi 6.209,78 pada perdagangan sesi II Jumat pukul 14.15 WIB.

“Penopang utama masih berasal dari sektor komoditas dan saham konglomerasi yang memiliki bobot cukup besar dalam IHSG. Saham tersebut memberikan kontribusi positif terhadap penguatan indeks hari ini,” ujar Reydi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Reydi menjelaskan penguatan IHSG lebih didorong oleh kombinasi faktor teknikal dan membaiknya sentimen global pasca berkurangnya kekhawatiran investor terhadap isu eksternal.

“Dari domestik, pasar juga memanfaatkan momentum valuasi saham-saham big caps yang sudah cukup menarik setelah sebelumnya mengalami tekanan jual cukup dalam,” ujar Reydi.

Di sisi lain, Ia melihat investor asing masih cenderung berhati-hati dan bersikap selektif, yaitu investor asing masih mencermati stabilitas rupiah, arah suku bunga, serta perkembangan kebijakan dan reformasi pasar modal Indonesia.

“Karena itu, arus dana asing belum sepenuhnya kembali agresif,” ujar Reydi.

Dalam jangka pendek, Reydi memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan rebound (berbalik menguat) apabila sentimen global tetap kondusif dan tekanan jual asing berkurang.

“Namun penguatan masih berpotensi masih terbatas karena pasar masih dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian eksternal,” ujar Reydi.

IHSG tercatat menguat 79,59 poin atau 1,30 persen ke posisi 6.209,78 pada perdagangan sesi II pukul 14.15 WIB hari ini, Jumat (29/05).

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.495.947 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,73 miliar lembar saham senilai Rp17,68 triliun.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 3,79 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 2,72 persen dan 2,52 persen.

Sedangkan empat sektor melemah, yaitu sektor properti turun paling dalam minus 0,26 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor kesehatan yang masing-masing turun sebesar 0,24 persen dan 0,03 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BREN, CUAN, BHAT, BUVA, dan BRPT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni ASPR, MGNA, UNIC, PMUI dan TALF.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#indeks-harga-saham-gabungan #ihsg #bursa-efek-indonesia #indonesia-stock-exchange #idx #bei

https://www.antaranews.com/berita/5586487/pengamat-saham-konglomerasi-menopang-penguatan-ihsg