Perputaran Uang Ratusan Miliar Tiap Bulan, Pemkab Sumedang Optimalkan Program MBG
Pemkab Sumedang optimalkan program MBG dengan 240 dapur SPPG, perputaran uang Rp149,92 miliar/bulan, dan 7.400 tenaga kerja lokal. Transparansi dijaga lewat portal digital.
(Bisnis.Com) 21/05/26 19:01 228096
Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Sumedang melakukan akselerasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menargetkan pembangunan 240 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah tersebut.
Selain fokus pada perbaikan gizi, program unggulan ini tercatat memberikan dampak ekonomi masif dengan perputaran uang mencapai Rp149,92 miliar setiap bulan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjelaskan saat ini telah tersedia 148 SPPG yang sudah beroperasi. Sementara itu, 68 SPPG tengah dalam tahap persiapan pembangunan dan 28 SPPG lainnya diprioritaskan untuk menjangkau wilayah terpencil.
Langkah ini diambil guna memastikan program berjalan optimal, transparan, dan menjangkau seluruh penerima manfaat.
"Saya ingin dipercepat agar semua masyarakat segera menerima manfaat," ujar Dony, Kamis (21/5/2026).
Untuk mendukung akuntabilitas, Pemkab Sumedang mengoptimalkan portal digital mbg.sumedangkab.go.id. Melalui sistem ini, setiap SPPG wajib melaporkan menu harian secara langsung agar dapat dipantau oleh pemerintah maupun masyarakat luas.
Dony menegaskan transparansi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap program ini.
"Arti penting portal MBG adalah meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG, menciptakan kompetisi yang sehat antar mitra dan memastikan seluruh dapur menjalankan aturan. SPPG yang tidak memberikan laporan pada portal akan ditegur melalui surat dan berpotensi di-suspend," tegasnya.
Dari sisi operasional, pengawasan diperketat melalui penerapan sistem absensi E-Office bagi setiap kepala SPPG guna memantau kedisiplinan dan kelancaran produksi di dapur. "Absensi kepala SPPG penting untuk memastikan operasional dapur berjalan baik," tambah Dony.
Selain infrastruktur, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi perhatian. Pemkab Sumedang menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan keterampilan dan sertifikasi bagi relawan serta karyawan MBG. Upaya ini dilakukan agar standar layanan pemenuhan gizi tetap terjaga secara profesional.
"Peningkatan kompetensi SDM bisa bekerja sama dengan BLK agar para relawan memiliki keterampilan dan kompetensi yang baik," katanya.
Terkait rantai pasok pangan, Pemkab Sumedang berkomitmen menggunakan komoditas lokal yang didistribusikan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai offtaker. Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberdayakan petani lokal.
Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa program MBG telah memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang signifikan bagi ekonomi lokal Sumedang.
Selain nilai peredaran uang yang mencapai ratusan miliar rupiah, operasional 148 SPPG yang ada saat ini telah menyerap sedikitnya 7.400 tenaga kerja lokal.
Pemkab Sumedang juga berencana meningkatkan literasi seluruh pemangku kepentingan melalui koordinasi intensif bersama kepala sekolah, camat, Danramil, hingga Kapolsek.
"Dengan begitu pola koordinasinya akan tepat dan semua stakeholder dapat memahami serta bersama-sama mengawasi jalannya program MBG," pungkasnya.
#perputaran-uang #pemkab-sumedang #program-mbg #makan-bergizi-gratis #dapur-sppg #perbaikan-gizi #dampak-ekonomi #bupati-sumedang #portal-digital-mbg #transparansi-publik #akuntabilitas-program #absens