KESDM jelaskan pengembangan cadangan gas di Cekungan Kutai Kaltim

KESDM jelaskan pengembangan cadangan gas di Cekungan Kutai Kaltim

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan pengembangan cadangan gas di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang diyakini memiliki peran ...

(Antara) 21/05/26 14:54 227688

Dengan demikian, total produksi potensinya adalah 7 TCF gas dan 375 juta barrel oil equivalent kondensat

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan pengembangan cadangan gas di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang diyakini memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam dalam rapat Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa temuan gas raksasa di Cekungan Kutai memiliki potensi signifikan, yang bersumber dari Sumur Geliga 1 dan Sumur Gula.

Dia menyebutkan Sumur Geliga 1 diperkirakan mengandung 5 trillion cubic feet (TCF) gas dan 300 juta barrel oil equivalent (MMBOE) kondensat, sementara cadangan gas Gula tercatat 2 TCF gas dan 75 juta MMBOE kondensat, sehingga total potensi produksi mencapai 7 TCF gas dan 375 juta barrel oil equivalent kondensat.

“Dengan demikian, total produksi potensinya adalah 7 TCF gas dan 375 juta barrel oil equivalent kondensat,” jelas dia.

Dia menambahkan pengembangan gabungan Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan produksi hingga 1.000 MMSFCD gas dan 80.000 BOEPD kondensat.

Selain itu, Rizwi juga menyampaikan berbagai proyek strategis nasional di sektor hulu migas yang tengah digarap antara lain South Andaman, Asap Kido Merah, Tangguh UCC Project, Abadi Project, serta proyek Indonesia Deepwater Development.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan temuan gas bumi di Sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, dengan potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat.

“Di era kondisi dunia yang hampir semua dunia sekarang menjaga cadangan mereka, sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan bahwa (penemuan) ini anugerah yang diberikan dan kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak baru,” ujar Bahlil dalam konferensi pers Penemuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur yang digelar di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (21/4).

Temuan ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan ENI dengan porsi kepemilikan 82 persen, sementara 18 persen sisanya dimiliki Sinopec.

Menurut dia, eksplorasi yang melibatkan perusahaan energi asal Italia, ENI, menegaskan bahwa potensi migas Indonesia masih sangat besar, khususnya di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang terus menunjukkan prospek menjanjikan.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#penguatan-ekonomi #ekonomi-domestik #kementerian-esdm #cadangan-gas

https://www.antaranews.com/berita/5576417/kesdm-jelaskan-pengembangan-cadangan-gas-di-cekungan-kutai-kaltim