Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.742 per Dolar AS, Mata Uang Asia Lain Menguat
Rupiah melemah ke Rp17.742 per dolar AS, sementara mata uang Asia lainnya menguat. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS dan ketidakpastian kebijakan The Fed.
(Bisnis.Com) 20/05/26 09:23 225806
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke posisi Rp17.742 pada perdagangan hari ini, Rabu (20/5/2026). Di sisi lain, pergerakan greenback mengalami apresiasi.
Berdasarkan data TradingView, rupiah dibuka melemah 36 poin atau 0,20% ke Rp17.742 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS terapresiasi 0,05% ke 99,37.
Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia dibuka menguat. Yen Jepang terapresiasi 0,03% bersama won Korea sebesar 0,01%. Baht Thailand dan yuan China turut masing-masing menguat 0,02% terhadap dolar AS.
Untuk perdagangan hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan fluktuatif namun rentan mengalami tekanan lanjutan akibat penguatan indeks dolar AS yang terjadi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menuturkan pergerakan mata uang global saat ini dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang mencermati suksesi kepemimpinan bank sentral AS di bawah pemerintahan Donald Trump.
Untuk diketahui, Senat AS dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk melantik Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru pada Jumat pekan ini.
"Investor tetap berhati-hati karena pasar mengevaluasi bagaimana arah kebijakan Fed dapat berkembang di bawah kepemimpinan baru," ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (20/5/2026).
Di sisi lain, tensi geopolitik di Timur Tengah sedikit mereda setelah Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran guna membuka ruang negosiasi terkait kesepakatan nuklir. Langkah ini meredam kekhawatiran pasar atas penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap nilai tukar rupiah disebut mulai menguji ketahanan pangan nasional. Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap komoditas pangan impor berpotensi mempercepat transmisi pelemahan kurs menjadi inflasi riil di tingkat konsumen pada semester II/2026.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#rupiah-melemah #nilai-tukar-rupiah #dolar-as #mata-uang-asia #yen-jepang #won-korea #baht-thailand #yuan-china #indeks-dolar-as #perdagangan-hari-ini #fluktuasi-rupiah #tekanan-rupiah #kebijakan-fed #n-a