Pemprov Jateng: Produksi padi capai 4,16 juta ton GKG

Pemprov Jateng: Produksi padi capai 4,16 juta ton GKG

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa produksi padi hingga awal April 2026 di wilayah tersebut telah mencapai setidaknya 4,16 juta ton gabah ...

(Antara) 16/05/26 22:12 222626

Prinsipnya kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Polri untuk mendukung ketahanan pangan di Jawa Tengah

Boyolali (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa produksi padi hingga awal April 2026 di wilayah tersebut telah mencapai setidaknya 4,16 juta ton gabah kering giling (GKG,) atau 39,48 persen dari target tahunan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Widi Hartanto, di Kabupaten Boyolali, Sabtu, menyebutkan bahwa target produksi padi di Jateng pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 10,5 juta ton GKG.

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Dukuh Nglarangan, Desa Teras, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.

Secara daring, agenda tersebut bersamaan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri dan peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Masih pada sektor pertanian, target produksi jagung pada 2026 ditetapkan sebesar 3,7 juta ton, sedangkan produksi jagung per April 2026 mencapai 984.959 ton atau 26,62 persen dari target.

Kegiatan panen raya berlangsung di hamparan lahan jagung milik petani setempat dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, kelompok tani, serta masyarakat.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan bahwa capaian itu mengartikan bahwa sejumlah indikator produksi pangan di Jateng menunjukkan tren positif hingga awal April 2026.

Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.

"Prinsipnya kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Polri untuk mendukung ketahanan pangan di Jawa Tengah," katanya.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemprov Jateng mengalokasikan berbagai program strategis sepanjang 2026, mulai dari bantuan benih dan sarana produksi, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan irigasi perpipaan, hingga modernisasi pertanian melalui distribusi alat dan mesin pertanian.

Perlindungan petani juga diperkuat melalui program asuransi usaha tani padi seluas 10.449 hektare, asuransi tembakau 10.000 hektare, serta subsidi suku bunga bagi ratusan paket pembiayaan petani.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan panen raya jagung serentak kuartal II dilaksanakan di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton.

Menurut dia, sebanyak 100 ton jagung hasil panen juga akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Jagung tersebut dibeli koperasi dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram.

"Dengan demikian diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500 per kilogram," katanya.

Ia menambahkan Polri terus mendorong penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, salah satunya melalui dukungan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani jagung.

Hingga saat ini, sebanyak 714 kelompok tani binaan Polri di 42 polres pada delapan polda telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut dengan total pinjaman mencapai Rp30,3 miliar.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

#jagung #panen-jagung #panen-raya-jagung #jagung #komoditas-jagung #panen

https://www.antaranews.com/berita/5570008/pemprov-jateng-produksi-padi-capai-416-juta-ton-gkg