Penyebab 50.000 Buruh Samsung Electronics Rencanakan Mogok Kerja 18 Hari

Penyebab 50.000 Buruh Samsung Electronics Rencanakan Mogok Kerja 18 Hari

Serikat pekerja Samsung Electronics merencanakan mogok kerja 18 hari mulai pekan depan, menuntut bonus kinerja lebih tinggi. Negosiasi dengan manajemen buntu.

(Bisnis.Com) 16/05/26 03:29 222170

Bisnis.com, JAKARTA — Serikat pekerja terbesar Samsung Electronics masih kukuh melanjutkan rencana aksi mogok kerja selama 18 hari, terhitung mulai pekan depan.

Aksi tersebut sebelumnya diklaim akan diikuti oleh sekitar 41.000 pekerja yang telah menyatakan kesiapannya. Jumlahnya disebut berpotensi meningkat menjadi lebih dari 50.000 pekerja.

Ketua serikat pekerja Samsung Electronics Choi Seung-ho mengatakan pihaknya tidak akan kembali berunding sebelum perusahaan memenuhi tuntutan utama terkait bonus berbasis kinerja.

“Kami bersedia berdiskusi setelah 7 Juni. Kami berniat menggunakan hak yang dijamin konstitusi,” katanya, mengutip kantor beritaYonhap, Jumat (15/5/2026).

Keputusan tersebut disampaikan Choi Seung-ho kendati manajemen Samsung Electronics telah mengajukan proposal baru untuk melanjutkan pembicaraan tanpa prasyarat.

Perselisihan terkait bonus kinerja membuat negosiasi antara pekerja dan manajemen kembali buntu, meski pemerintah Korea Selatan telah turun tangan sebagai mediator.

Sebelumnya, dua hari mediasi yang dipimpin pemerintah Korea Selatan berakhir tanpa kesepakatan pada Rabu (13/5/2026).

Keputusan itu memperbesar risiko terganggunya produksi di perusahaan pembuat cip memori terbesar dunia tersebut. Lebih lanjut, hal itu memunculkan ancaman baru bagi rantai pasok semikonduktor global di tengah ledakan permintaan cip kecerdasan buatan atauartificialintelligence(AI).

Tuntutan Pekerja Samsung Electronics

Adapun rencana aksi tersebut dipicu oleh perbedaan posisi antara serikat pekerja dan manajemen terkait bonus kinerja.

Perselisihan utama berkaitan dengan skema bonus berbasis laba dari bisnis semikonduktor AI Samsung Electronics yang tengah menikmati lonjakan keuntungan seiring berlanjutnya tren peningkatan permintaan global.

Dalam proposal terbaru kepada serikat pekerja, manajemen Samsung menawarkan tetap mempertahankan sistem bonus yang sudah ada. Namun, perusahaan membuka opsi perhitungan bonus berdasarkan 10% laba operasi ataueconomic value added(EVA).

Samsung juga menawarkan skema kompensasi khusus yang disebut dapat menciptakan struktur insentif lebih fleksibel.

Sebaliknya, serikat pekerja menuntut bonus tetap sebesar 15% dari laba operasi divisi semikonduktor, sekaligus meminta penghapusan batas maksimum pembayaran bonus.

Manajemen Samsung kembali meminta pekerja melanjutkan negosiasi sambil menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan pemerintah Korea Selatan atas polemik yang berkembang.

“Kami memandang serikat pekerja sebagai satu keluarga dan mitra dengan nasib bersama. Kami akan berunding secara terbuka dan tanpa prasyarat,” tulis manajemen Samsung dalam pernyataannya.

Namun, manajemen tidak menyampaikan proposal baru sesuai permintaan serikat pekerja.

Chief Executive Officer (CEO) Samsung Electronics Jun Young-hyun bersama jajaran eksekutif divisi semikonduktor bahkan mendatangi kantor serikat pekerja di Pyeongtaek, sekitar 60 kilometer di selatan Seoul, guna membujuk pekerja kembali ke meja perundingan.

Serikat pekerja tetap menolak membuka negosiasi sebelum tuntutan utama dimasukkan ke dalam pembahasan.

“Pekerja sepenuhnya kehilangan kepercayaan kepada manajemen. Pembahasan mengenai transparansi sistem bonus dan penghapusan batas pembayaran bonus harus dimasukkan,” ujar Choi.

Dalam catatanBisnis, cip AI menjadi salah satu lini bisnis andalan konglomerasi usaha global asal Korea Selatan tersebut.

Bahkan, Samsung Electronics berencana mengalokasikan dana investasi lebih dari 110 triliun won atau Rp1.247 triliun untuk ekspansi kapasitas dan riset cip AI pada 2026.

Alokasi ini menjadi komitmen modal tahunan terbesar dalam sejarah perusahaan untuk mengamankan posisi terdepan di tengah ledakan permintaan teknologi global.

Keterbukaan informasi perusahaan ini menunjukkan nilai investasi tersebut meningkat 21,7% dibandingkan realisasi belanja tahun lalu sebesar Rp1.024 triliun.

Angka ini juga menandai pertama kalinya pengeluaran tahunan raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut melampaui ambang batas 100 triliun won atau sekitar Rp1.134 triliun.

Strategi ekspansi Samsung melampaui perkiraan belanja modal Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) yang menetapkan dana sekitar US$50 miliar untuk tujuan serupa. Keputusan tersebut menandakan pergeseran fokus perusahaan dalam merespons permintaan yang didorong oleh evolusi AI.

Jun Young-hyun mengatakan kemunculanagenticAI telah memicu ledakan pesanan yang sangat besar untuk memori dan penyimpanan kelas server. Perusahaan kini memprioritaskan pengembangan cip AI generasi berikutnya serta prosesfoundryyang lebih canggih.

"Munculnya agentic AI memicu lonjakan pesanan eksplosif, tidak hanya untuk memoribandwidthtinggi (HBM), tetapi juga penyimpanan kelas server," kata Jun dilansir dariThe Business Times, Jumat (20/3/2026).

#samsung-electronics #mogok-kerja #serikat-pekerja #bonus-kinerja #cip-memori #rantai-pasok-semikonduktor #permintaan-cip-ai #skema-bonus #kompensasi-khusus #laba-operasi #transparansi-sistem-bonus #in

https://kabar24.bisnis.com/read/20260516/19/1974025/penyebab-50000-buruh-samsung-electronics-rencanakan-mogok-kerja-18-hari