RI Siapkan 5 Kawasan Industri untuk Pilot Project Pengolahan Limbah dengan Perusahaan China

RI Siapkan 5 Kawasan Industri untuk Pilot Project Pengolahan Limbah dengan Perusahaan China

Kemenperin dan Qiaoyin China kerja sama olah limbah di 5 kawasan industri RI untuk efisiensi biaya dan lahan, dorong investasi dan teknologi berkelanjutan.

(Bisnis.Com) 13/05/26 09:44 219821

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian menggandeng perusahaan asal China, Qiaoyin City Management Co., Ltd., untuk menyiapkan proyek percontohan pengolahan air baku dan air limbah di lima kawasan industri di Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenperin, Qiaoyin, dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan lima kawasan industri akan dipilih sebagai lokasi pilot project penerapan teknologi pengolahan air dan limbah terpadu.

“Akan ada lima kawasan industri yang menjadi pilot project dalam kerja sama ini, tetapi kami tidak hanya mencari sistem pengolahan air yang baik, tetapi juga mencari model pengelolaan yang paling efektif dan mudah diterapkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (12/5/2026).

Kerja sama tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan air dan limbah industri seiring ekspansi kawasan industri nasional. Kemenperin menilai pengembangan sistem pengolahan air terpadu menjadi salah satu kebutuhan infrastruktur penunjang industri hijau dan target penurunan emisi sektor manufaktur.

Berdasarkan data Kemenperin, hingga 2025 terdapat 176 kawasan industri di Indonesia dengan total luas mencapai 98.291,68 hektare. Kawasan tersebut menampung sekitar 11.970 tenant industri dengan nilai investasi mencapai Rp6.744,58 triliun serta menyerap 2,35 juta tenaga kerja.

Dalam proyek tersebut, Qiaoyin menawarkan teknologi Efficient Denitrogenation Integrated Airlift Loop Bioreactor (DIAB) untuk pengolahan limbah industri. Teknologi itu diklaim dapat menekan biaya pembangunan instalasi pengolahan limbah dan mengurangi kebutuhan lahan dibandingkan sistem konvensional.

Perwakilan Qiaoyin City Management Co., Ltd. Wan Yiming mengatakan teknologi DIAB diklaim mampu memangkas biaya pembangunan fasilitas pengolahan limbah hingga 20% dan menghemat kebutuhan lahan sampai 60%. Selain itu, sistem prefabrikasi disebut dapat mempercepat proses pembangunan fasilitas pengolahan limbah.

“Melalui teknologi DIAB, kami menghadirkan cara baru dalam mengolah air limbah pabrik yang jauh lebih hemat,” ujarnya.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan penerapan teknologi pengolahan air dan limbah dinilai makin penting bagi kawasan industri, terutama untuk memenuhi standar keberlanjutan yang diterapkan pasar global.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Tri Supondy berharap proyek percontohan tersebut dapat berlanjut ke tahap investasi dan transfer teknologi.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada tahap pilot project saja, tetapi juga mampu mendorong investasi, transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta pengembangan industri berbasis inovasi di Indonesia,” katanya.

#kawasan-industri #pengolahan-limbah #perusahaan-china #proyek-percontohan #teknologi-diab #pengolahan-air #industri-hijau #penurunan-emisi #investasi-industri #pengelolaan-air #sistem-terpadu #efisien

https://hijau.bisnis.com/read/20260513/651/1973410/ri-siapkan-5-kawasan-industri-untuk-pilot-project-pengolahan-limbah-dengan-perusahaan-china