Bea Keluar Nikel Ditunda, Bahlil Cari Formula Cengli untuk Negara dan Industri
Menteri ESDM Bahlil menunda bea keluar nikel untuk mencari formula adil bagi negara dan industri, sambil mendorong hilirisasi dan pertumbuhan industri baterai.
(Bisnis.Com) 11/05/26 14:40 217797
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menunda rencana pengenaan bea keluar (BK) ekspor produk turunan nikel.
Dia menuturkan pemerintah terbuka dengan masukan dari para pemangku kepentingan, khususnya pengusaha. Oleh karena itu, Bahlil menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus saling menguntungkan.
Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan formulasi penghitungan bea keluar nikel yang berkeadilan.
"Saya pikir semuanya kami akan akomodir, dan ini kami pending [tunda] dulu sambil kami bikin formulasi yang baik. Formulasi yang baik seperti apa? Yang bijak, baik untuk negara maupun untuk teman-teman swasta," tutur Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Bahlil mengemukakan pengenaan bea keluar nikel dilakukan karena produk penghiliran komoditas tersebut belum dikembangkan hingga tingkat yang lebih hilir, yakni masih di kisaran 40%. Padahal, pemerintah telah memberikan berbagai insentif kepada perusahaan smelter nikel, misalnya tax holiday.
"Cengli [untung pengusaha] dong, kami minta you bangun dong sampai di ujung. Kalau you nggak mau berarti kami akan kenakan pajak lain gitu loh," kata Bahlil.
Rencana pengenaan bea keluar nikel pertama kali diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dia memastikan pemerintah akan segera mengenakan bea keluar dan pajak tambahan alias windfall tax atas komoditas nikel dan batu bara.
"Oh iya nanti ada [windfall tax dan bea keluar nikel]. Tetapi itu masih didiskusikan dengan Menteri ESDM, saya terima saja pokoknya duitnya," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Terkait besaran tarif yang akan dibebankan kepada pengusaha, Purbaya belum memerinci persentase pastinya. Kendati demikian, Bendahara Negara itu menjamin bahwa formulasi tarif yang ditetapkan akan mampu mengompensasi beban subsidi APBN akibat kenaikan harga minyak dunia.
Di sisi lain, Purbaya meyakini bahwa kebijakan ini tidak akan mematikan industri. Sebaliknya, pemerintah akan mengiringi regulasi ini dengan pemberian insentif untuk mendorong ekosistem hilirisasi yang lebih dalam, terutama bagi industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri yang menyerap nikel sebagai bahan baku utamanya.
"Kami akan dorong pertumbuhan industri baterai di sini juga dengan insentif tertentu supaya nikelnya juga laku. Pokoknya nanti produk yang memakai bahan dalam lagi, dia akan mendapat insentif lebih," jelas Purbaya.
#bea-keluar-nikel #bahlil-lahadalia #formulasi-bea-keluar #kebijakan-pemerintah #insentif-smelter-nikel #windfall-tax-nikel #penghiliran-komoditas #industri-baterai-listrik #insentif-industri-baterai #n-a