KSSK: Stabilitas Sektor Keuangan Kuartal I/2026 Terjaga di Tengah Dampak Perang
KSSK menyatakan stabilitas sektor keuangan terjaga di Q1 2026 meski ada ketidakpastian global akibat konflik AS-Israel-Iran, risiko Q2 tetap diwaspadai.
(Bisnis.Com) 07/05/26 16:48 214512
Bisnis.com, JAKARTA — Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan bahwa kondisi stabilitas sektor keuangan tetap terjaga pada kuartal I/2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa memasuki April 2026, dinamika penyelesaian konflik masih menjadi faktor volatilitas pasar keuangan global. Faktor utamanya berasal dari lonjakan harga energi.
"Berdasarkan perkembangan tersebut, KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward-looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini," terang Purbaya pada konferensi pers KSSK di kantor OJK, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Asesmen ini merupakan hasil rapat KSSK II/2026 yang telah dilaksanakan pada awal pekan lalu, Senin (27/4/2026).
Purbaya, yang juga merupakan Ketua KSSK, mengatakan bahwa akan terus mewaspadai ketidakpastian global ke depan. Namun, dia mengapresiasi kinerja perekonomian domestik yang pada kuartal I/2026 tumbuh hingga 5,61% (yoy).
Pertumbuhan ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) relatif merupakan yang tertinggi sejak periode 2010.
"Kami akan melihat seperti apa di triwulan kedua tahun ini kami waspadai semua kendala yang mungkin timbul," tuturnya.
Di sisi lain, Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan bahwa ketahanan eksternal Indonesia tetap kuat menghadapi ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah.
Perry mengatakan performa ketahanan eksternal Tanah Air terlihat dari neraca dagang Januari-Maret 2026 yang masih memadai sekitar US$5,5 miliar, ditopang oleh surplus neraca dagang nonmigas.
"Capital inflow juga terjadi aliran masuk modal asing yang pada hingga 30 April mencapai US$3,3 miliar terutama instrumen SRBI dan SBN setelah triwulan I outflow US$1,7 miliar," jelasnya pada kesempatan yang sama.
#stabilitas-keuangan #sektor-keuangan #ketidakpastian-global #perang-as-israel #konflik-timur-tengah #harga-energi #pasar-keuangan-global #kssk #menteri-keuangan #gubernur-bank-indonesia #otoritas-jasa