BPS: Pertumbuhan penduduk Jatim melambat lima tahun terakhir
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan laju pertumbuhan penduduk di Jawa Timur melambat dalam lima ...
(Antara) 05/05/26 16:10 211851
Itu menunjukkan dominasi generasi produktif dalam struktur penduduk saat ini
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan laju pertumbuhan penduduk di Jawa Timur melambat dalam lima tahun terakhir.
"Terdapat perlambatan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,06 persen poin dibandingkan laju pada periode 2010-2020 yang sebesar 0,79 persen,"
kata Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur Nurul Adriana dalam konferensi pers di Surabaya, Selasa.SUPAS 2025 mencatat penduduk Jawa Timur pada 2025 sebanyak 42,11 juta jiwa dan sejak Sensus Penduduk 2010 diselenggarakan jumlah penduduk di Provinsi Jawa Timur terus mengalami peningkatan.
Hasil SUPAS 2025 dibandingkan SP2020 menunjukkan penambahan jumlah penduduk sebesar 1.445,42 ribu jiwa dengan laju pertumbuhan 0,73 persen per tahun dalam kurun waktu lima tahun terakhir yaitu 2020-2025.
Laju tersebut melambat sebesar 0,06 persen poin jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk pada periode 2010-2020 yang sebesar 0,79 persen per tahun.
Dari total jumlah penduduk Jawa Timur yang mencapai 42,11 juta jiwa, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 20.988.670 jiwa atau 49,84 persen sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 21.122.449 jiwa atau 50,16 persen.
Menurut kelompok umur,
proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) sebesar 69,28 persen atau meningkat dibandingkan hasil SP2010 yang sebesar 68,34 persen.Sebaliknya, penduduk usia nonproduktif umur 0-14 tahun turun dibanding SP2010 dari 24,59 persen menjadi 20,57 persen sedangkan kelompok umur 65 tahun ke atas meningkat dari SP2010 yaitu dari 7,07 persen menjadi 10,15 persen.
Menurut generasi, generasi milenial menjadi kelompok terbesar dengan persentase 23,64 persen, diikuti oleh Generasi Z sebesar 22,69 persen dengan kombinasi kedua generasi muda ini mencakup hampir separuh populasi Provinsi Jawa Timur.
"Itu menunjukkan dominasi generasi produktif dalam struktur penduduk saat ini," ujar Nurul.
Kontribusi dari empat generasi lain mencapai 53,67 persen yang terdiri dari Generasi X sebesar 21,86 persen, Post Generasi Z sebesar 17,18 persen, Generasi Baby Boomer sebesar 13,08 persen, dan Pre-Boomer sebesar 1,55 persen.
Untuk Angka Kelahiran Total/Total Fertility Rate (TFR) Jawa Timur tercatat 1,95 atau turun SP2020 yang sebesar 1,98 dengan Surabaya merupakan kota dengan TFR terendah yaitu 1,70 sedangkan Kabupaten Sampang merupakan kabupaten dengan TFR tertinggi yaitu sebesar 2,25.
Disparitas ini mencerminkan perbedaan karakteristik sosial, budaya, ekonomi, dan akses layanan kesehatan reproduksi antarwilayah.
Sementara untuk Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) sebesar 11,84 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup dengan Kota Surabaya memiliki IMR terendah sebesar 9,95 sedangkan Kabupaten Bondowoso memiliki IMR tertinggi mencapai 16,74.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026