Kepala BPS: Mobilitas Masyarakat Sepanjang Kuartal I Meningkat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mobilitas masyarakat meningkat pada kuartal I-2026, tercermin dari lonjakan perjalanan wisatawan. Badan Pusat Statistik (BPS)... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 05/05/26 09:20 211223
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mobilitas masyarakat meningkat pada kuartal I-2026, tercermin dari lonjakan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus). Kenaikan aktivitas ini turut mendorong perputaran ekonomi domestik di awal tahun.Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan peningkatan mobilitas terlihat dari jumlah perjalanan wisnus yang tumbuh signifikan. “Kita bisa melihat meningkatnya mobilitas warga tersebut dari angka perjalanan wisatawan nusantara, yang sepanjang kuartal pertama tumbuh 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus pada Januari–Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan, meningkat 13,14% secara tahunan (year on year/yoy). Khusus Maret 2026, jumlah perjalanan mencapai 126,34 juta atau melonjak 42,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain wisata domestik, BPS juga mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2026 sebanyak 1,09 juta atau naik 10,5% yoy. Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri (wisnas) tercatat 793.160 perjalanan, tumbuh 36,36% yoy.
Tingginya mobilitas masyarakat berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, terutama konsumsi. Hal ini tercermin dari penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang mencapai Rp55 triliun sepanjang kuartal I 2026, meningkat 57,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, penerimaan perpajakan pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp394,8 triliun atau tumbuh 20,7% yoy. Peningkatan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap kapasitas fiskal pemerintah.
Seiring dengan itu, belanja negara hingga Maret 2026 tercatat Rp815 triliun atau naik 31% dibandingkan triwulan I 2025. Akselerasi belanja, terutama pada program prioritas, dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian.
Kombinasi antara meningkatnya mobilitas masyarakat dan ekspansi fiskal pemerintah di awal tahun menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan geoekonomi global.
(nng)