UVCR Masuk Daftar Marjin, Aktivitas Perdagangan Makin Likuid
Saham UVCR masuk daftar marjin BEI Mei 2026, meningkatkan likuiditas dan transaksi sehingga harga saham naik 9,71%.
(Bisnis.Com) 05/05/26 05:10 211062
Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk. (UVCR) mencatat lonjakan aktivitas transaksi setelah resmi masuk dalam Daftar Efek Transaksi Marjin yang berlaku mulai Mei 2026.
Emiten teknologi yang bergerak di layanan voucher digital dan gift card tersebut dinilai memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga sahamnya dapat diperdagangkan melalui fasilitas pembiayaan marjin oleh perusahaan sekuritas.
Masuknya saham dalam daftar efek marjin umumnya mencerminkan tingkat likuiditas dan kualitas perdagangan yang lebih baik. Melalui skema ini, investor dapat meningkatkan kapasitas transaksi dengan dukungan pendanaan, meski tetap disertai risiko yang perlu diperhatikan.
Seiring dengan status barunya tersebut, aktivitas perdagangan saham UVCR menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data BEI, pada 30 April 2026 tercatat sebanyak 4.885 transaksi dengan nilai Rp23,49 miliar. Angka itu meningkat pada 4 Mei 2026 menjadi 8.267 transaksi dengan total nilai Rp33,44 miliar.
Kenaikan aktivitas tersebut turut diikuti oleh pergerakan harga saham. Dalam periode yang sama, saham UVCR menguat 9,71% atau 20 poin ke level Rp226.
Secara tren, performa saham UVCR juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Dalam satu bulan terakhir, saham ini melonjak 83,74%, sementara dalam periode satu tahun meningkat hingga 270,49% dari posisi terendahnya.
Sejak melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) pada Juli 2021, UVCR mencatat pertumbuhan yang konsisten, termasuk keberhasilan naik kelas dari Papan Akselerasi ke Papan Pengembangan pada 2023.
Selain itu, kinerja keuangan yang menunjukkan tren positif hingga tahun buku 2025 dan kuartal I/2026 turut memperkuat sentimen terhadap saham perseroan.
BEI sendiri secara berkala mengevaluasi dan memperbarui daftar efek transaksi marjin setiap bulan melalui surat edaran resmi. Per Mei 2026, sejumlah saham yang masuk dalam daftar tersebut antara lain BNII, CINT, CITA, GWSA, JAYA, MITI, MUTU, PALM, PRDA, SUPA, UVCR, dan VINS.
Sementara itu, beberapa saham yang keluar dari daftar efek marjin meliputi BIKE, CRAB, FORE, KSIX, NCKL, NICE, PPRE, dan VTNY.
Dari sisi kinerja keuangan, pada kuartal I/2026 UVCR mencatatkan pertumbuhan pendapatan 44,30% menjadi 330,11 miliar, dari sebelumnya Rp228,74 miliar pada kuartal I/2025. Laba neto mencapai Rp4,25 miliar, berbalik positif dari sebelumnya rugi Rp1,13 miliar.
#uvcr #saham-uvcr #uvcr-marjin #perdagangan-uvcr #likuiditas-saham #efek-transaksi-marjin #voucher-digital #gift-card #bursa-efek-indonesia #peningkatan-transaksi #harga-saham-uvcr #performa-saham-uvcr