CIMB Niaga (BNGA) Catat Laba Rp 2,3 Triliun, Penyaluran Kredit Tumbuh 2,2 Persen
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba sebelum pajak Rp 2,3 triliun, naik 4,5% di Q1-2026, didukung pertumbuhan kredit dan rasio CASA kuat.
(Kompas.com) 04/05/26 21:40 210976
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp 2,3 triliun pada kuartal I-2026.
Angka tersebut tumbuh 4,5 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,2 triliun.
Laba tersebut menghasilkan earnings per share senilai Rp 70,20.
Perolehan laba bersih tersebut ditopang oleh penyaluran kredit atau pembiayaan senilai Rp 235,1 triliun pada periode yang sama.
Penyaluran kredit tersebut tumbuh 2,2 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
BNGA mencatat pertumbuhan tertinggi berasal dari corporate banking sebesar 4,8 persen yoy, diikuti segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 1,2 persen yoy, serta Consumer Banking sebesar 0,2 persen yoy.
Pertumbuhan kredit atau pembiayaan ritel terutama didorong oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat 4,0 persen yoy.
Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit atau cost of credit (coc) yang tetap terjaga di bawah 1 persen.
Presiden Direktur dan CEOCIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kinerja BNGA pada kuartal I-2026 ini didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat.
"Adapun perolehan ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (CASA) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9 persen, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin," kata dia dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, CIMB Niaga menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang baik dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 25,3 persen dan 89,2 persen.
Kemudian, total aset konsolidasian BNGA adalah sebesar Rp 368,2 triliun per 31 Maret 2026.
"Semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia," imbuh dia.
Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp 260,1 triliun, atau tumbuh 2,3 persen secara tahunan.
Perolehan DPK didorong oleh pertumbuhan dana murah atau CASA sebesar 12,2 persen yoy menjadi Rp 192,3 triliun.
Dengan demikian, rasio CASA BNGA naik menjadi 73,9 persen.
Di perbankan syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mencatat total pembiayaan sebesar Rp 52,9 triliun dan DPK sebesar Rp 45,0 triliun per 31 Maret 2026.
Lani menjelaskan, CIMB Niaga Syariah juga terus memperkuat struktur pendanaannya dengan meningkatkan dana murah melalui jaringan komunitas serta kemitraan strategis syariah.
"Guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperluas pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional," tutup dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#pertumbuhan-kredit #cimb-niaga #laba-kuartal-i-2026 #rasio-casa