Danantara: Proyek Pembangkit Sampah di Jakarta Butuh Investasi Rp17 Triliun

Danantara: Proyek Pembangkit Sampah di Jakarta Butuh Investasi Rp17 Triliun

Danantara memperkirakan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di Jakarta membutuhkan investasi Rp17,37 triliun.

(Bisnis.Com) 04/05/26 17:16 210680

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) di Jakarta diperkirakan menelan investasi jumbo hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17,37 triliun (asumsi kurs Rp17.375 per US$).

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Jakarta saat ini masih dalam tahap perencanaan dan pengkajian lokasi, dengan opsi pembangunan di Bantargebang, Sunter, serta satu lokasi lainnya.

Rosan menyampaikan nilai investasi proyek tersebut bersifat fleksibel, tergantung kapasitas pengolahan yang dibangun.

“Kalau 8.000 [ton] ya investasinya kurang lebih US$1 miliar ya, tetapi mungkin kita akan bangunnya bisa jadi lebih dari 8.000 [ton]. Kenapa? Untuk bisa ambil sampah lamanya karena harapannya nanti di Bantargebang itu bersih,” kata Rosan saat ditemui di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Rosan mengatakan, kapasitas pembangunan fasilitas pengolahan sampah berpotensi ditingkatkan dari rencana awal 8.000 ton menjadi 10.000–12.000 ton per hari. Hal ini agar mampu mengolah timbunan sampah lama sekaligus sampah baru.

“Karena dengan teknologi yang baru ini sampah lama pun itu bisa keambil juga. Tidak hanya sampah baru saja. Tapi outcome memang mungkin efisiensinya lebih rendah, tetapi semua sampah lama dan baru itu bisa diambil. Bisa langsung diolah, tidak perlu dipisah-pisahkan lagi,” ujarnya.

Terlebih, Rosan mengatakan, volume sampah di Jakarta saat ini mencapai sekitar 8.000 ton per hari, sementara timbunan di Bantargebang telah menembus sekitar 60 juta ton dari sebelumnya 58 juta ton. Menurutnya, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik sangat mendesak untuk segera ditindaklanjuti.

Adapun, Rosan menambahkan pembangunan fasilitas direncanakan di beberapa lokasi seperti Bantargebang dan Sunter, serta satu lokasi alternatif lain yang masih dikaji untuk menentukan opsi paling efisien, terbaik, dan tercepat. Ia menargetkan proyek tersebut dapat mulai beroperasi pada awal 2028.

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan kapasitas proyek PSEL tidak hanya difokuskan pada sampah baru, melainkan juga diarahkan untuk mengurangi timbunan lama yang telah menumpuk selama bertahun-tahun di Bantargebang. Dengan teknologi yang digunakan, sampah lama maupun baru dapat langsung diolah tanpa proses pemilahan.

Selain itu, listrik yang dihasilkan dari proyek PSEL tersebut akan diserap oleh PT PLN (Persero) dengan tarif yang telah ditetapkan pemerintah, yakni US$20 per kWh.

#pembangkit-listrik-tenaga-sampah #pltsa #danantara #psel #waste-to-energy #bantargebang

https://hijau.bisnis.com/read/20260504/652/1971214/danantara-proyek-pembangkit-sampah-di-jakarta-butuh-investasi-rp17-triliun