Purbaya Tegaskan Pembekalan TNI untuk Penerima LPDP: Bukan untuk Perang

Purbaya Tegaskan Pembekalan TNI untuk Penerima LPDP: Bukan untuk Perang

Penerima beasiswa LPDP akan memperoleh pembekalan khusus yang melibatkan unsur TNI. Ini respons Purbaya.

(Kompas.com) 04/05/26 17:11 210675

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara usai para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan memperoleh pembekalan khusus yang melibatkan unsur TNI.

Purbaya mengaku, program ini ditujukan untuk memperkuat rasa nasionalisme sekaligus membentuk karakter penerima beasiswa sebelum menempuh pendidikan.

LPDP itu ada pembekalan lebih lanjut dalam hal dari TNI, bukan untuk perang, tapi untuk melatih memperkuat rasa nasionalisme mereka. Disiplin itu kan latihan kecintaan ke negaranya. Jangan sampai nanti kayak waktu kemarin-kemarin, pergi ke luar abis itu hina-hina negara sendiri.,” kata Purbaya kepada awak media di Kemenkeu, Jakarta pada Senin (4/5/2026).

Purbaya menegaskan, pelibatan TNI bukan untuk tujuan militer atau perang melainkan pembinaan disiplin dan kecintaan terhadap negara.

Selain pembekalan karakter, pemerintah juga akan mengarahkan fokus bidang studi penerima LPDP ke sektor yang lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan, terutama sains dan teknologi.

Ia mengungkapkan, saat melakukan kunjungan ke Washington DC, dirinya menemukan sebagian besar mahasiswa Indonesia penerima LPDP mengambil jurusan non-STEM.

“Sebagian besar jurusannya bukan STEM. Jadi bukan yang dibutuhkan oleh kita. Kita akan ubah itu, karena kita harus meningkatkan pemakaian teknologi ke depan, kalau nggak kita ketinggalan,” ungkapnya.

Purbaya menekankan, kebijakan ini bertujuan memastikan penerima beasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga komitmen untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.

Terkait anggaran, Purbaya menyebut tambahan biaya untuk pembekalan tersebut relatif kecil dan dinilai sebagai investasi jangka panjang.

“Ya gapapa, itu investasi. Kalau nambah sedikit. Nggak banyak kan pasti. Dibanding biaya mereka bertahun-tahun di luar negeri. Terus kalau nggak balik, ruginya banyak saya,” kata dia.

Meski belum merinci besaran anggaran, ia memastikan biaya pelaksanaan tidak akan membebani secara signifikan karena melibatkan fasilitas milik negara.

“Enggak tahu saya. Tapi nggak banyak. Kan dengan tentara, TNI, angkatan udara. Biasanya sih harganya bukan harga komersial swasta kan. Biasanya sih cukup lah, tapi nggak gila-gilaan itu,” pungkas Purbaya.

Sebelumnya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembekalan bagi para penerima beasiswa LPDP.

Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui dukungan TNI Angkatan Udara dalam memfasilitasi program Persiapan Keberangkatan (PK) yang digelar LPDP di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (4/5/2026) hingga Sabtu (9/5/2026).

“Terkait informasi tersebut, benar bahwa TNI Angkatan Udara memfasilitasi pelaksanaan program Persiapan Keberangkatan (PK) yang diselenggarakan oleh LPDP di Lanud Halim Perdanakusuma,” kata Kepala Dinas Angkatan Udara Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana kepada Kompas.com, Senin (4/5/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jakarta #lpdp #purbaya

https://money.kompas.com/read/2026/05/04/171140926/purbaya-tegaskan-pembekalan-tni-untuk-penerima-lpdp-bukan-untuk-perang