BPS Catat Produksi Beras Semester I 2026 Naik Jadi 19,31 Juta Ton
BPS merilis data produksi beras nasional Semester I 2026 yang mencapai 19,31 juta ton, naik 0,26%. Namun, ada potensi tekanan pada Kuartal II yang perlu diwaspadai.
(Kompas.com) 04/05/26 17:10 210674
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi beras nasional pada periode Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 19,31 juta ton.
Angka tersebut naik sekitar 0,05 juta ton atau 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, peningkatan produksi beras pada periode Januari hingga Juni 2026 sejalan dengan kenaikan luas panen pada awal tahun, khususnya pada periode Januari hingga Maret 2026 yang mencatat pertumbuhan signifikan.
"Dengan demikian produksi beras sepanjang Januari sampai dengan Juni tahun 2026 diperkirakan mencapai 19,31 juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 0,05 juta ton atau naik 0,26 persen dibandingkan tadi periode yang sama di tahun 2025," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, luas panen padi tercatat mencapai 3,11 juta hektar, meningkat 9,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,84 juta hektar.
Sejalan dengan itu, produksi padi pada kuartal I 2026 mencapai 16,84 juta ton gabah kering giling (GKG), atau naik 10,50 persen dibandingkan 15,24 juta ton pada periode yang sama tahun 2025.
Namun, kinerja produksi mulai menunjukkan pelemahan pada Maret 2026.
Luas panen pada bulan tersebut diperkirakan sebesar 1,61 juta hektar, turun 3,16 persen dibandingkan Maret tahun lalu yang mencapai 1,67 juta hektar.
Penurunan luas panen tersebut berdampak pada produksi padi yang tercatat sebesar 8,75 juta ton GKG, atau turun 3,69 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 9,08 juta ton GKG.
Adapun produksi beras pada Maret 2026 diperkirakan sebesar 5,04 juta ton, atau menurun 3,67 persen secara tahunan.
Memasuki Kuartal II 2026, BPS juga memperkirakan potensi produksi masih akan mengalami tekanan.
Luas panen padi pada periode April hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 3,16 juta hektar, atau turun 7,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, potensi produksi padi pada periode April-Juni 2026 diperkirakan sebesar 16,68 juta ton GKG, menurun 8,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Sementara produksi beras pada periode yang sama diperkirakan mencapai 9,61 juta ton, atau turun 8,30 persen.
"Angka potensi luas panen ini dapat berubah ya sesuai dengan kondisi terkini amatan di lapangan. Kalau tadi yang akan mulai berubah jika terjadi serangan hama-OPT, jika terjadi banjir, kekeringan, jika waktu realisasi panen petani bergeser, dan beberapa kondisi yang lainnya," tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang