Ekspor Nonmigas RI Makin Andalkan Pasar China

Ekspor Nonmigas RI Makin Andalkan Pasar China

Pangsa ekspor nonmigas Indonesia ke pasar China meningkat menjadi 25,94% pada kuartal I/2026, dengan besi dan baja sebagai kontributor utama.

(Bisnis.Com) 04/05/26 13:10 210291

Bisnis.com, JAKARTA — Ketergantungan ekspor nonmigas Indonesia terhadap pasar China kian menguat pada kuartal I/2026, di tengah pelemahan kinerja pada sejumlah pasar utama lain seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China tetap menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan pangsa 25,94% dari total ekspor. Jika merujuk data BPS pada periode yang sama tahun sebelumnya, porsi ekspor nonmigas ke China mencapai 22,29%.

"Tiga besar negara dengan tujuan ekspor, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Nilai ekspor ketiga negara ini memberikan kontribusi sebesar 44,48% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Maret 2026," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam Rilis BPS, Senin (5/4/2026).

Adapun, nilai ekspor ke China tercatat mencapai US$16,50 miliar sepanjang Januari—Maret 2026. Kontributor utama ekspor ke China berasal dari besi dan baja dengan nilai US$4,29 miliar dan pangsa 25,98%. Diikuti oleh nikel dan barang daripadanya sebesar US$2,80 miliar dengan pertumbuhan signifikan 69,01%.

Namun, ekspor bahan bakar mineral ke China justru mengalami kontraksi 10,97%, menandakan mulai melemahnya permintaan terhadap komoditas energi.

Di sisi lain, ekspor ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$7,29 miliar dengan pangsa 11,46%. Produk utama yang diekspor antara lain mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$1,20 miliar, alas kaki US$682,71 juta, serta pakaian dan aksesorinya US$600,63 juta.

Meski demikian, sejumlah komoditas utama ke pasar AS menunjukkan tren penurunan, seperti mesin dan perlengkapan elektrik yang turun 1,37% serta pakaian yang terkoreksi 4,55%.

Sementara itu, ekspor ke India mencapai US$4,50 miliar dengan pangsa 7,08%. Komoditas utama yang dikirim ke negara tersebut didominasi bahan bakar mineral sebesar US$1,45 miliar dan lemak serta minyak hewani atau nabati sebesar US$935,87 juta.

Menariknya, ekspor mesin dan perlengkapan elektrik ke India melonjak tajam hingga 261,96%, mencerminkan peluang diversifikasi produk manufaktur ke pasar berkembang.

Secara kawasan, Asean menyumbang 20,31% terhadap total ekspor nonmigas, sementara Uni Eropa hanya 6,73%. Adapun, kelompok negara lainnya masih mendominasi dengan pangsa 28,48%.

#ekspor-nonmigas #china #ekspor #bps #neraca-dagang

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260504/12/1971132/ekspor-nonmigas-ri-makin-andalkan-pasar-china