Ekspor Nonmigas RI Tertekan, Pengiriman Kopi, Kakao, dkk Anjlok

Ekspor Nonmigas RI Tertekan, Pengiriman Kopi, Kakao, dkk Anjlok

Ekspor nonmigas Indonesia Maret 2026 melemah akibat anjloknya ekspor komoditas pertanian, kehutanan, dan perikanan, seperti kopi, kakao, dan lainnya.

(Bisnis.Com) 04/05/26 12:56 210288

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja ekspor nonmigas Indonesia pada Maret 2026 tertekan akibat anjloknya pengiriman komoditas pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta pertambangan. Hal ini mencerminkan rapuhnya daya tahan ekspor berbasis sumber daya alam di tengah perlambatan perdagangan global.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan, pelemahan ekspor tahunan terutama berasal dari sektor nonmigas, khususnya sejumlah komoditas primer unggulan.

Komoditas lemak dan minyak hewan nabati atau HS 15 tercatat turun 27,02% secara tahunan dengan andil penurunan sebesar 3,52% terhadap total ekspor nasional.

Selanjutnya, kakao dan olahannya atau HS 18 merosot 50,89% dengan kontribusi negatif 0,75%. Sementara kopi, teh, dan rempah-rempah atau HS 09 turun 54,69% dengan andil penekan 0,68%.

“Nilai ekspor Maret 2026 secara tahunan terutama didorong oleh penurunan nilai ekspor nonmigas pada beberapa komoditas,” ujarnya dalam rilis data BPS Mei 2026, Senin (4/5/2026).

Secara sektoral, total ekspor nonmigas pada Maret 2026 mencapai US$21,25 miliar. Dari jumlah tersebut, industri pengolahan tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar US$17,92 miliar, turun 1,26% year-on-year (yoy).

Adapun, sektor pertambangan dan lainnya menyumbang US$3 miliar atau turun 2,15% yoy, sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya sebesar US$0,32 miliar.

Meski porsinya kecil, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat kontraksi terdalam, yakni turun 44,14% secara tahunan dengan andil penurunan 1,09%.

Penurunan tersebut dipicu melemahnya ekspor kopi, buah-buahan tahunan, tanaman obat, komoditas aromatik dan rempah-rempah, sarang burung, serta cengkeh.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang kuartal I/2026 hanya tumbuh tipis 0,34% menjadi US$66,85 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$66,62 miliar. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang ekspor nonmigas yang naik 0,98% menjadi US$63,60 miliar.

Sebaliknya, ekspor migas terkontraksi 10,58% dari US$3,64 miliar menjadi US$3,25 miliar sehingga menahan laju pertumbuhan ekspor nasional.

Data ini menunjukkan ketahanan ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada manufaktur, sementara komoditas primer menghadapi tekanan dari sisi harga global, produksi domestik, maupun permintaan negara tujuan.

#ekspor-nonmigas #ekspor #bps #neraca-dagang #kakao #kopi

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260504/12/1971133/ekspor-nonmigas-ri-tertekan-pengiriman-kopi-kakao-dkk-anjlok